Gambarkan Siklus Kehidupan Lewat Black, Gray, dan Earth Tone

Radar Surabaya. 6 Januari 2023. Hal. 6

KEMBANG JEPUN – Busana ini memiliki makna yang cukup dalam. Untuk menguatkan tema besarnya, beberapa teknik berani diterapkan. Sehingga, dapat mengangkat nyawa dari wastra Nusantara itu sendiri.

Desainer Enrico Ho mengangkat tema Samsara. Dia mengambil dari Bahasa Sansekerta yang bermakna mengembara. Busana ini menggambarkan siklus semua kehidupan, materi, dan keberadaan. “Secara konotasi merupakan perubahan siklik dan perputaran,” ujarnya, Kamis (5/1).

Dia berupaya menyampaikan spirit itu melalui busana avant garde. Menurutnya, kunci konsep busananya terletak pada warna dan teknik yang tegas. Tujuannya supaya merepresentasikam kekuatan manusia dalam menjalani kehidupan yang b rulang. “Karena perjalanan melalui kehidupan, transmigrasi, siklus kehidupan seseorang yang mengulang keadaan sebelumnya,” jelasnya.

Enrico mengusung busana bergaya dramatic. Dia menerapkan detail cutting yang cukup berani. Teknik ini digunakan pada elemen tali pada outer busananya. “Unsur ini menggambarkan repetisi dari perjalanan hidup, ada yang tertata, tertumpuk, dan tidak beraturan, atau membentuk suatu alur,” paparnya.

Pada koleksi ini terdapat lima looks, seluruhnya menggunakan ba- han batik tulis khas Jawa Timur.

“Kita dapat batik dari beberapa daerah pesisiran langsung dibuat oleh para perajin dengan kwalitas sang- at baik. Pada setiap batik memiliki cerita filosofi pendukung konsep besar ini,” urainya.

Dia mengombinasikan earth tone yang dihasilkan dari batik dengan warna hitam (black) dan abu-abu (gray). Menurutnya, kedua warna ini menjadi warna utama dan netral. Selain itu, dengan kedua warna ini dapat mengekspos motif yang terdapat pada batik itu.

“Dengan koleksi karya ini, diharapkan dapat mengangkat batik-batik Jawa Timur dan memunculkan ide-ide segar untuk terus mengembangkan wastra Nusantara,” imbuhnya. (hil/nur)