Gebrak Dunia Arsitektur! UC Tunjukkan Kehebatan Bambu Material Masa Depan di Forum Internasional Bamboo Nation
5 Agustus 2025
PR SURABAYA – Program Studi Arsitektur Universitas Ciputra (ARS UC) mencuri perhatian dunia internasional lewat partisipasi aktifnya dalam forum bergengsi Bamboo Nation.
Forum ini mempertemukan kampus-kampus top dari Indonesia dan Tiongkok, dengan satu misi besar: menjadikan bambu sebagai material revolusioner dalam arsitektur masa depan.
Kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi antara Universitas Ciputra, Universitas Katolik Parahyangan, Universitas Kristen Petra, dan Xi’an Jiaotong-Liverpool University (XJTLU) dari Tiongkok.
Mengusung tema “kinetic structure berbasis bambu”, forum ini mengeksplorasi potensi bambu dalam arsitektur modern melalui pendekatan desain parametrik, simulasi struktural, dan fabrikasi digital mutakhir.
Inisiator dan Inovator: ARS UC Tunjukkan Kelas Dunia
Sebagai inisiator sekaligus tuan rumah, ARS UC mempertegas reputasinya sebagai pionir dalam inovasi arsitektur berkelanjutan.
Tak hanya menyelenggarakan workshop di kampus sendiri, para mahasiswa dan dosennya terjun langsung mendesain dan membangun struktur eksperimental kinetik berbahan bambu.
Proyek ini menggunakan laboratorium fabrikasi digital Universitas Ciputra, menciptakan ruang eksperimen desain dengan presisi tinggi.
Salah satu sorotan utama adalah pemaparan dari Stephanus Evert Indrawan, S.T., M.A., pakar desain komputasional dan arsitektur digital UC, yang mengenalkan adaptive joinery system, teknik sambungan adaptif berbasis bambu yang dirancang untuk menciptakan struktur tangguh di wilayah rawan bencana.
“Bambu adalah harta tropis yang kaya potensi. Jika dipadukan dengan desain parametrik dan fabrikasi digital, bambu bukan hanya material estetis, tapi juga solusi konstruksi berkelanjutan yang presisi,” jelas Evert.
Ia menambahkan, dengan pendekatan teknologi canggih dan kolaborasi lintas disiplin, bambu berpeluang menjadi advanced engineered material-material lokal yang mampu bersaing di kancah global.
Bambu: Dari Tradisional ke Inovatif, dari Lokal ke Global
Keterlibatan ARS UC dalam Bamboo Nation mencerminkan strategi Universitas Ciputra dalam menjawab tantangan Sustainable Development Goals (SDGs), terutama poin SDG 11 (Kota dan Komunitas Berkelanjutan) serta SDG 12 (Konsumsi dan Produksi Bertanggung Jawab).
Melania Rahadiyanti, S.T., M.T., Kepala Program Studi Arsitektur Universitas Ciputra, menyampaikan bahwa keikutsertaan ARS UC merupakan langkah konkret dalam membuktikan bahwa bambu bukan lagi material tradisional, melainkan bisa sejajar dengan material modern seperti serat karbon.
“Kami membuktikan bahwa dengan integrasi desain parametrik, simulasi struktur kinetik, dan fabrikasi digital, bambu bisa menjadi material masa depan ramah lingkungan, lokal, dan berdaya saing global,” tegas Melania.
Bamboo Nation: Panggung Global untuk Kearifan Lokal
Acara ini tak hanya menjadi ajang unjuk inovasi, tapi juga forum pertukaran gagasan lintas budaya antara pegiat arsitektur dari berbagai negara.
Kehadiran ARS UC memperkuat posisi Indonesia di kancah arsitektur berkelanjutan global, sekaligus memperluas jaringan internasional untuk pengembangan material lokal.
Dengan pendekatan yang memadukan kearifan lokal dan teknologi global, Universitas Ciputra menunjukkan bahwa pendidikan arsitektur tak hanya bicara estetika, tetapi juga tentang tanggung jawab terhadap masa depan planet ini.***

