DI Jalan Tunjungan terdapat banyak sekali gedung-gedung lawas peninggalan era kolonial, salah satunya yakni gedung Siola. Gedung tersebut sejak dahulu menjadi gedung tersibuk.

Pustakawan sejarah Chrisyandi Tri Kartika mengatakan, Tunjungan sudah dikenal sejak tahun 1920-an. Bahkan kawasan ini berkembang pesat sebagai salah satu area perdagangan yang terkenal di Surabaya. Pustakawan Universitas Ciputra Surabaya ini mengatakan, saat itu kawasan Tunjungan menjadi pusat perdagangan terkenal dan terbesar setelah Jalan Kembang Jepun.

Menurutnya, dari beberapa gedung yang berada di kawasan tersebut gedung atau toko yang paling jaya dan terkenal yakni Gedung Siola.

“Gedung Siola dibangun oleh orang Inggris bernama Robert Laidlaw. Gedung ini sebagai pusat grosir dan menjadi grosir terlengkap dengan merk dagang grosir Whiteaway Laidlaw and Co. Bangunan ini pertokoan yang terbesar di Hindia Belanda pada tahun 1900-an,” katanya.

Gedung yang terletak di kawasan tersibuk itu sejak dulu ada memang menjadi tempat yang paling banyak disinggahi banyak orang. Bahkan, kini Pemkot Surabaya membuat gedung tersebut menjadi gedung pelayanan publik atau lebih dikenal dengan mal pelayanan publik yang menjadi pusat pelayanan masyarakat satu pintu. Karena ada beberapa kantor dinas yang juga di tempat tersebut. (rmt/nur)