Gunakan VR dan Kecerdasan Buatan dalam Pembelajaran di Fakultas Kedokteran Gigi
18 Maret 2024
SURABAYA – Universitas Ciputra (UC) resmi membuka fakultas kedokteran gigi (FKG) kemarin (7/3). Mengusung konsep advanced technology in dentistry, para mahasiswa kedokteran gigi di universitas tersebut nanti belajar dunia kedokteran gigi dengan beragam teknologi terkini.
Ketua Koordinator FKG UC drg Antonius Edwin Sutikno SpPros MKes menjelaskan, konsep teknologi yang dimasud adalah para mahasiswa bisa mempelajari hal-hal yang berkaitan dengan gigi dan mulut lewat beragam tools yang canggih. “Ada virtual reality (VR), ada artificial intelligence (AI), dan masih banyak lagi,” katanya.
Teknologi itu bisa dimanfaatkan para mahasiswa untuk belajar lebih mudah dan cepat. “Terutama untuk hal-hal yang sifatnya mungkin dulu manual kini bisa dibuat lebih cepat dengan memenfaatkan teknologi digital. Itu akurasinya pun sudah 99 persen,” sambungnya.
Pembelajaran dengan beragam tools itu, kata Edwin, juga bekerja sama dengan FKG Unair yang memang fakultas dan prodinya lebih dulu ada. Dekan FKG Unair ProfDr drg Muhammad Luthfi MKes PBO yang turut hadir dalam launching fakultas baru itu menyatakan, pihaknya mendukung penuh keberadaan fakultas tersebut.”Karena FKG dengan basis teknologi ini merupakan terobosan baru di FKG yang bisa berdampak baik di semua sektor,” ungkapnya.
Sebab, menurut dia, masa pembelajaran saat ini harus mengikuti perkembangan zaman. Semua hal sudah banyak menggunakan digital. Karena itu, harus diterapkan juga pada proses pembelajaran. “Kalau masa pembelajaran 10 tahun silam diterapkan di era sekarang, tentu sudah tidak relevan. Digitalisasi ini sebenarnya juga membawa keuntungan. Termasuk akurasi dalam tindakan maupun untuk membantu mendiagnosis,” jelasnya.
Sementara itu, Dekan FKG UC Prof Dr drg Ida Bagus Narmada SpOrt(K) menambahkan, dengan dibukanya fakultas baru tersebut, pihaknya siap menerima mahasiswa baru dengan total kuota 25 kursi. Mereka akan langsung masuk pembelajaran pada semester depan. Tenaga pendidik dengan titel spesialis sudah siap. (ama/c19/may)

