Harga-Tinggi-Saat-Panen-Raya.Bloomberg-Businessweek.eds-16-22-Mar.2015.pg-4

Musim panen raya padi di seluruh Indonesia berlangsung mulai Februari-Mei dan puncaknya pada Maret.Ironisnya,saat mulai panen raya harga beras justru melambung tinggi seperti tak terkendali.Harga beras jenis IR 64 pada akhir februari telah naik 18,9% menjadi Rp12.660,menurut data PD Pasar Jaya.

Meningkatnya permintaan di pasar akibat terhentinya penyaluran beras bagi rakyat miskin (Raskin) selama tiga bulan pada akhir 2014 membuat harga beras merangkak naik.Ditambah lagi mundurnya musim tanam akibat cuaca yang mengakibatkan molornya musim panen serta ulah para spekulan mencari keuntungan sesaat mendongkrak harga beras di pasar.

Indonesia merupakan negara agraris,dan makanan pokok masyarakatnya nasi.Akan tetapi,sepertinya pemerintah belum mampu mencukupi kebutuhan beras nasional.Setiap tahun pemerintah masih harus mengimpor beras dari lumbung beras negara tetengga,seperti Thailand,Vietnam,dan negara lainnya guna menjaga stok persediaan dan menstabilkan harga.

Produksi padi 2015 ditargetkan mencapai 73,4 juta ton gabah kering giling(GKG),atau meningkat 4% dari perkiraan tahun lalu dan produksi beras 41,2 juta ton,atau meningkat 2,8% dari tahun sebelumnya.Sasaran produksi padi Kementeriaan Pertanian pada 2019 sebesar 82,1 juta ton GKG dan menghasilkan 46,1 juta ton beras.Dengan asumsi konsumsi beras penduduk 31,7 juta ton,maka pada akhir 2019 akan terjadi surplus beras sekitar 14,4 juta ton.

Agar target tersebut tercapai dan tercipta swasembada berasperluh ada perbaikan infrastruktur irigasi,perluasan lahan pertanian,bantuan benih varietas unggul,serta insentif harga pupuk-dan yang terpenting-harga jual padi tidak merugikan para petani.

Sumber: Bloomberg-Businessweek.eds-16-22-Mar.2015.pg-4