Kompas. 6 November 2017. Hal. 16

Tumpukan sampah yang menggunung menggugah Hartoyo Karsin ( 53 ) untuk membuat sesuatu yang bermanfaat . Dengan belajar secara otodidak , Karsin mengolah sampah plastik menjadi ” paving block ” . Bau sampah yang menyengat tak dihiraukannya . Arum jam menunjukkan pukul 08.30 ketika Karsin memarkir warna hijau . Dia bergegas membuka penutup bak kendaraan , lalu menu- runkan aneka jenis sampah yang baru saja diambil dari rumah warga.

OLEH MEGANDIKA WICAKSONO

Setiap hari  Karsin berkeliling ke rumah – rumah di Dusun Jetis dan Dusun Karangtengah , Desa Jetis , Ke- camatan Kemangkon , Kabupaten Purbalingga , Jawa Tengah . Di dusun itu ada sekitar 100 rumah .

” Dari setiap rumah rata – rata dapat 2 kilogram sampah plastik per bulan Kalau ditotal ada 2 kuintal sampah , kata Karsin .

Sampah yang diangkut Karsin ber- aneka ragam . Sebagian besar sampah yang dikumpulkan berupa plastik be- kas kemasan mi instan , sabun cuch , dan minyak goreng . Selain itu , dia juga mengumpulkan gulungan seng bekas , ember bekas , dan kardus be- kas .

” Botol plastik dipisahkan untuk dijual lagi . Satu kilogramnya Rp 3.000 Kertas dan kardus juga dijual Rp 500 per kilogram , sedangkan plastik – plas tik lainnya dilakar untuk paving block , ” kata Karsin.

Untuk membuat paving block , Kar sin memasukkan sampah plastik ke dalam tungku pembakaran sumpah berpelat besi dengan ukuran panjang 130 sentimeter dan lebar 65 senti meter . Ada dua lubang pembakaran sampah di sana yang memiliki cero bong asap setinggi 4 meter .

Setelah dibakar sepuluh menit , sampah plastik yang diaduk secara perlahan jadi menggumpal dan l mer . Warnanya pun jadi hitam pe kat .

Bau sampah yang menyengat tidak menyurutkan semangat Karsin mem buat paving block . Kendati pernah diragukan dan dicemooh warga , Kar sin teguh menekuni pilihannya itu . ” Saya ingin sampah ini jadi barang yang memilild nilai dan bermanfaat lagi . ” ujarnya.

Setelah plastik lumer , Karsin me nyiapkan cetakan paving block dari pelat besi . Cetakan berdiameter 20 sentimeter itu berbentuk segi enam . Isi cetakan terbagi tiga bagian atas dan bawah diisi lumeran plastik , lalu tengahnya diisi pecahan stop kon tak.

Selanjutnya , cetakan berisi lumer an sampah itu dipres selama 15 menit . Paving block berbentuk persegi enam itu berwarna hitam

Supaya paving block mudah dilepas dari cetakan , cetakan direndam air selama lima menit . Proses terakhir , membersihkan tepian paving block dari lumeran plastik dengan meng gunakan parang.

” Satu hari paling banyak bisa mem- buat 20-25 paving block . ” ujar Kar sin Karsin memproduksi dua jenis px- ving block , yaitu berdiameter 20 sen timeter dan 18 sentimeter dengan tebal 6 sentimeter . Harga jualnya sama , yaitu Rp 90,000 per meter persegi.

Untuk memasarkan produknya . Karsin bergnbung dengan kelompok Lestari Bumi . Selama ini . Karsin mendapat pesanan dari Purbalingga dan sekitarnya Saat itu , dia tengah menyelesaikan pesanan perving block sebanyak 250 meter persegi dari Desa Kedungbenda , Kabupaten Purbaling- ga , untuk digunakan membangun jalan.

Selain pesanan dari Purbalingga dan sekitarnya , Karsin juga pernah membuat paving block pesanan Gu- bernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo Sejumlah pejabat di lingkup peme- rintah daerah juga pernah memesan paving block ini . ” Saat ini ada juga distributor dari Jakarta yang menjualkan paving block di sana . Setiap bulan , jika ada barang- nya , akan diangkut ke Jakarta . ” kata nya . ” Keunggulannya , paving block ini tidak mudah pecah , tidak lumutan dan sudah menjalani uji beban sam pai 290 kilogram , ” ujar Karsin

Menjadi pemulung.

Selama lebih dari 30 tahun , Karsin bekerja sebagai sopir truk pengangkut an tahun 2003 , dia mengalami kecela material bangunan . Sampai kemudi- kaan yang mengakibatkan kaki kiri- Sulastni ini tidak bisa berjalanya retak . Selama setahun , suami.

Saat itulah , hatinya tergugah me- lihat masalah tumpukan sampah yang semakin merusak lingkungan . Tak perlu jauh – jauh , di sekitar rumahnya yang dibuang sem- barangan . Apalagi , sungai kecil yang dipakai untuk mengaliri sawah malah penuh dengan sampah plastik .

Selama masa pemulihan berada di rumah . Karsin sering memunguti sampah di sekitar rumahnya . Lalu muncul ide untuk mengolah sampah . Pria lulusan SD ini bakar plastik itu di wajan atau panci . Istri dan anak – anaknya pun protes dengan bat plastik terbakar yang me- nyengat . Selain itu , peralatan dapur jadi rusak dan berlubang.

Awalnya , dengan limbah plastik yang  mencair , Karsin membuat gen plastik hanya bertahan selama dua tahun . ” Genteng sering terkena hujan dan panas , apalagi tebalnya hanya sentimeter . Jadi mudah pecah . Saya lalu mencoba buat paving block dan ternyata bisa tahan lama , ” tutur Kar sin sambil menunjukkan paving block yang dibuatnya pada 2004 .

Lalu , dia pun beralih mencoba membuat paving block . Dengan tekun dan sabar , Karsin tetap melanjutkan usaha membuat paving block dengan memanfaatkan sampah plastik . Dia tetap tekun menghidupi niatnya un tuk mengolah sampah guna mengu- rangi pencemaran.

” Saya ingin lingkungan bersih dari eduksi bupaten Pune sampah , bebas dari sarang nyamuk serta bebas banjir , ” kata bapak tujuh anak ini .

Tahun ini , usaha Karsin mulai dils rik pemerintah daerah . Dinas Per industrian dan Perdagangan Kabupaten Purbalingga memberikan ban tuan dana Rp 5 juta . Dana bantuan itu untuk merenovasi gudang tempat paving block . Bantuan lain berupa sepeda motor roda tiga untuk mengangcut sampah yang didapatkan dan Lingkungan Hidup Kabupaten Purbalingga.

Lebih lanjut, Karsin mendesain mesin produksi perving block di tem pat pembuangan sam detail perencanaan bak penampung plastik alat pemilah dan pencuci sampah plastik serta mesin pembakar sampah yang digambar di beberapa buku . Karsin berharap ran cangan itu bisa diterapkan dalam ska lebih luas dengan bantuan pe . merintah daerah.

Kepala Desa Jetis Cahyani Dwi Hangani menilai , Karsin merupakan sosok pahlawan yang memerangi sampah ” Jarang ada orang yang mau turun langsung menangani sampah . Pak Karsin sangat membantu me nangani masalah sampah , ” kata Cah yani .

Cahyani menyampaikan , pihak de sa bersama PKK mendukung usaha Karsin dengan menyosialisasikan pe milahan sampah dari rumah tangga . karung untuk menampung sampah Desa juga membantu menyediakan plastik dari setiap rumah . Selain itu , desa menganggarkan dana pembelian alat pengolahan sampah plastik untuk mendukung proses produksi paving Mock.

 

Sumber: Kompas. 6 November 2017. Hal. 16