Herbal Medicine Juga Bisa sebagai Obat
23 Juli 2024. Hal. 15
SURABAYA – International Confrence on Herbal Medicine (INCoHM): Integrating Local Wisdom into Modern Science digelar untuk kali pertama di Universitas Ciputra (UC) KEMARIN (22/7). Acara diikuti 100 peserta dengan 14 peserta presentasi poster dan 18 peserta presentasi oral. Mereka berasal dari berbagai negara. Mulai Malaysia, Filipina, hingga Jepang.
Sesuai dengan judul konfrensi tersebut, fokus dalam acara yang digelar selama dua hari hingga hari ini adalah obat herbal. Ketus INCoHM Dr Desan Nyoman SSD SSi MKedTrop mengatakan, ide awal dari terselenggaranya acara itu karena fakultas kedokteran kampus tersebut memiliki banyak penelitian yang telah dilakukan oleh dosen. Tak terkecuali tentang herbal medicine. “Apalagi tagline kami adalah Preventive Medicine. Jadi, topik besar yang dibawakan adalah international conference of preventive medicine dengan tema yang lebih dalam lagi soal herbal medicine,” jelasnya.
Desak menambahkan, ide menggelar konfrensi tingkat internasional itu sudah sejak akhir tahun lalu digagas. Peserta yang turut berpartisipasi menyampaikan bahwa penelitian tidak hanya dari para dosen, tapi juga dari mahasiswa yang penelitiannya sudah terkurasi.
Berasal dari Tumbuhan
Tema herbal Medicine diangkat karena obat-obatan herbal di Indonesia menjadi salah satu alternatif yang sangat umum. “Misalnya saja kalau lagi masuk angin. Pasti banyak yang lebih milih minum obat-obatan herbal yang mengandung jahe itu. Atau kalau lagi nggak enak badan juga cari minuman jahe,” ujar Desak.
Dari sana, penggunaan obat herbal pun sudah sangat umum. Namun, terkesan masih tabu untuk dijadikan obat yang diresepkan oleh dokter. “Seperti kayak serius nggak sih? Kok dikasihnya jamu. Ungkapan-ungkapan seperti itu yang pasti didengar kalau resep dari dokter itu adalah herbal medicine,” imbuhnya.
Acara tersebut diharapkan menjadi salah satu jalan untuk membuka mindset bahwa herbal medicine, selain bisa sebagai pencegahan, juga bisa sebagai obat. “Makanya di Indonesia sendiri sekarang juga sudah mulai digalakkan obat herbal dirumah sakit,” tambahnya.
Vice Dean for Student Affairs & Development School of Medicine UC Dr dr Salmon Charles P.T. Siahaan SpOG menambahkan, yang menarik dari obat herbal di Indonesia adalah pembuatannya berasal dari tumbuh-tumbuhan yang ada di Indonesia. “Tanaman di negara kita ini sudah sangat mumpuni. Itu terbukti dari berbagai produk herbal yang ada di Indonesia,” jelasnya.
Dia mengungkapkan, dulu herbal hanya digunakan untuk suplemen makanan. Kini, dengan kemampuan teknologi terbaru dan juga banyak penelitian, herbal pun bisa digunakan sebagai obat dan diakui. (ama/c17/may)
Sumber: Jawa Pos

