https://surabaya.tribunnews.com/2023/06/04/incip-incip-gurihnya-menu-burung-kowak-sambal-asam-di-warung-mbah-muntiah-di-desa-pancasila-lamongan

SURYA.co.id l LAMONGAN – Desa Balun atau yang dikenal dengan Desa Pancasila di Kecamatan Turi, Lamongan Jawa Timur, memiliki kuliner khas burung dara atau burung kowak dalam bahasa setempat.

Dari jantung Kota Lamongan melintas jalan nasional Barat Rumah Sakit Muhammadiyah Lamongan ke Utara adalah lokasi warung Mbah Muntiah yang menyediakan kuliner tersebut.

Bangunan warung dari kayu yang cukup sederhana menghadap ke Utara, warung milik nenek Muntiah (70).

Kuliner burung dara ini hanya ada satu di Lamongan.

Pakai sambal asam, menu ini ternyata cukup banyak digandrungi masyarakat.

Burung kowak dengan sensasi rasa gurih dan lezatnya kuliner manuk kowak menjadi makanan langka di Lamongan.

Namun Muntiah tiap hari bisa menyuguhkan menu masakan burung kowak.

Ia mempunyai pemasok khusus dari pemburu burung kowak yang didapatkan dan lahan sawah tambak.

Kuliner manuk kowak sambal asam ternyata mempunyai cita rasa yang gurih dan lezat saat di lahap dengan nasi hangat.

Warung sederhana berukuran 4×4 ini adalah tepat Muntiah mengais rezeki.

Nenek ini sudah berjualan sejak tahun 1988 atau lebih dari 30 tahun.

Maka tidak heran jika kuliner manuk kowak khas Desa Pancasila ini tak pernah sepi pembeli.

Dalam sehari, warung Mbah Muntiah mampu menghabiskan setidaknya 15 ekor burung dara.

Sedangkan untuk mendapatkan burung tersebut, Muntiah mengaku dapat kiriman dari warga sekitar dan warga luar desa yang punya hobi memburu burung kowak.

“Jika tak mendapat setoran terpaksa ya tidak berjualan. Tapi itu sangat jarang,” kata Muntiah kepada Surya.co.id, Sabtu (3/6/2023).

Muntiah memasak sendiri menu masakan burung dara.

Bumbu goreng sampai ia yang meracik sendiri tanpa campur tangan orang lain.

“Kulo piambak sing masak. Sambele namine sambel asam, ” katanya.

Untuk satu porsi manuk kowak plus sambel asam, Muntiah mematok harga  anda cukup ringan di kantong, Rp  30 ribu rupiah saja.

Harga itupun sudah termasuk minum dan ambil nasi sepuasnya.

Selain sambal asam, Muntiah juga menambah kelapa parutan goreng yang bisa diambil sepuasnya.

Pengunjung yang datang ke warung Muntiah pun bisa tambah kerupuk dalam kantong plastik.

Para pengunjung akan dibuat ketagihan jika sudan merasakan menu masakan burung kowak si nenek ini.

Apalagi harganya pun ramah di kantong.

Live draw hk

Setidaknya itu diakui oleh salah satu pelanggan Muntiah bernama Edy Suprapto.

Diakui makan masakan burung kowak Mbah Muntiah ada kekhasannya.

“Gurihnya dan ini khas masakan masakan burung dara Mbah Muntiah,” ungkap Edy.

Makan ke warung Mbah Muntiah bagi pengunjung luar daerah bisa dikatakan sambil menyelam minum air.

Setelah atau sebelum makan bisa berwisata religi dan mengenal lebih dekat budaya dan sikap toleransi warga yang hidup rukun dengan berkembangnya tiga agama berbeda, Islam Hindu dan Kristen.

Tempat ibadah yang ada dalam satu kawasan menjadi bukti tingginya kerukunan dan toleransi warga masyarakat.

Boleh dikata, tempat ibadah dibangun berdampingan yang hanya dipisahkan oleh jalan.

Selain juga ada makam Mbah Alun, tokoh agama yang makamnya selalu ramai dikunjungi warga luar daerah.

Mbah Muntiah juga menyediakan menu masakan bali, bukan dari daging burung dara, tapi daging ayam dan sapi.