Rekaman Indonesia yang Menunggu Terbit. Kompas. 2 September 2014.Hal.36

TIPS & CATATAN

ARBAIN RAMBEY

Kalau saja kita diberi kesempatan memotret seluruh keindahan Indonesia, satu hari satu titik keindahan atau satu hari satu peristiwa budaya, bisa jadi seluruh hidup kita habis untuk memotret saking banyaknya. Saya dan beberapa fotografer pernah menghitung-hitung, untuk memotret hanya titik-titik terpenting dari Sabang sampai Marauke, kami membutuhkan setidaknya dua tahun penuh.

Lalu simaklah buku-buku fotografi tentang Indonesia di sejumlah toko buku. Selain hampir semua buatan mancanegara , belum ada satu buku fotografi pun yang bisa merekam Indonesia dengan cukup lengkap.

Kenyataan itu yang menantang Ebbie Vebri Adrian untuk merekam Indonesia dengan kameranya. Padahal, saat memutuskan hal itu, dia belum terlalu tahu seperti apa fotografi itu.

“Dulu saya tidak suka fotografi,” katanya Dan kemudian, selama sembilan tahun Ebbie berkelana ke seluruh penjuru Indonesia untuk mmerekam segenap segi budaya, keindahhan alam, sampai dengan hal-hal lain yang dirasa perlu unntuk diabadikan kameranya.

“sembilan tahun saya mengabiskan waktu untuk membuktikan keyakinan saya bahwa Indonesia ini sangat kaya, sangat menakjubkan keindahannya, dan sungguh sayang jika kita sebagai bangsa Indonesia  tidak mengenalinya atau bahkan tidak mau tahu. Sembilan tahun saya mengabadikan momen-momen penting yang semuanya sangat menyentuh sisi emosional saya,” kata Ebbie.

Ia pun melanjutkan, “Pemandangan alam Indonesia yang membuat saya takjub, adat istiadat dan perangai tiap-tiap suku banngsa yang sangat unik, hingga kekayaan hayati serta sumber daya alam yang seharusnya membuat Indonesia berjaya diantara bangsa-bangsa di dunia saya temukan dengan mata, hati, dan perasaan saya secara langsung. Indonesia ini tidak sekedar indah, tapi sangat membanggakan,” ujar Ebbie. Selama sembilan tahun mengelana itu, Ebbie mengunjungi tidak kurang dari 2.00 lokasi di Indonesia dan menghasilkan lebih dari 200.000 foto.

Pada satu titik, yaitu tahun 2014, Ebbie merasa perlu berhenti sejenak lalu mulai mengelompokan foto-foo yang di dapatnya lalu disusunlah sebuah dummy buku tentang Indonesia. Saya sempat membuka-buka dummy setebal 530 halaman dan berisi sekitar 1.400 foto ini, sesaat saya berpikir bahwa buku ini kalau terbit sungguh sebuah buku langka yang sangat berharga.

Semua foto di dalamnya adalah foto yang didapat dengan pengamatan teliti, menunggu waktu, dan sudut pemotretan terbaik. Semua keindahan yang ada di sana sungguh keindahan nyata karena seperti pengakuan Ebbie, “saya tidak tahu cara mengedit foto”

Namun sayang sekali, Ebbie terbenturnya biaya untuk menerbitkan buku itu. “Memang mahal Bang karena sangat tebal dan sepenuhnya berwarna. Tapi saya tidak mau berkompromi untuk mengurangi jumlah halamannya. Kalau dikurangi satu foto pun, buku ini jadi tidak lengkap, dong,” katanya.

Sejujurnya, tulisan ini adalah apresiasi atas usaha Ebbie, sekaligus mengetuk pintu sponsor siapa pun itu agar buku ini bisa segera mengisi kekosongan buku fotografi tentang Indonesia yang lengkap dan dibuat oleh putra Indonesia sendiri. Untuk melihat foto-foto Ebbie yang lain, Anda bisa berkunjung ke situs web www.ebbie.net atau lewat laman Facebooknya.

 

Sumber: Kompas.-2-September-2014.Hal_.36