Susur Kali Surabaya Inilah Sungai Tercinta. Surya.28 Maret 2015.Hal.10

Sungai menjadi pusat aktivitas. Itu duluuuu. Sekarang, meski tetap ada aktivitas di sekitarnya, sungai tidak lagi sanggup melayani kebutuhan penghuni bantaran sungai. Maklum, sekarang sungai sudah mulai kehilangan kejernihan.

Sampai saat ini sungai tetap menjadi pasokan utama untuk kebutuhan air minun warga melalui PDAM. Sebenarnya itu memprihatinkan karena sumber air minun itu semakin hari semakin berat menahan beban sampah dan limbah.

Mahasiswa Pecinta Alam Universitas Ciputra Surabaya (Mahatra) mencatat situasi di KaliSurabayabyang menjadi sumber utama PDAM di Surabaya. Susur sungai dimulai dari perbatasan Mojokerto-Sidoarjo hingga kawasan Gunungsari Surabaya.

Susur sungai sejauh 40 km itu dilakukan dalam rangka Hari Air minggu lalu. Menurut Faisal Akbar Danaparamita, Ketua Mahatra, mereka terinspirasi oleh aktivitas yang sudah dilakukan sebelumnya di bantaran sungai. “Mahatra ingin mengambil bagian dalam upaya menjaga dan melestarikan sumber daya alam yang ada di sekitar,” kata Faisal.

Mahasiswa semester VI jurusan International Business Management Universitas Ciputra it menyatakan bahwa sumber daya alam yang saat ini mengalami krisis adalah sumber daya air. Itu sebabnya, Mahatra mencanangkan tahun 2015 ini sebagai Tahun Konservasi Air bertema Water for Life (Air untuk Kehidupan).

“Kami ingin mengetahui faktor-faktor yang menyebabkan terjadinya kerusakan Kali Surabaya, sebelum kami melakukan kegiatan konservasi Kali Surabaya,” ungkap Ricky Fajar Adiputra, Ketua Pelaksana Susur Sungai dalam rangka peringatan Hari Air 2015.

Susur sungai dimulai pukul 09.00 hingga finish pukul 19.00. Mereka menggunakan lima perahu karet yang masing-masing berisi emoat orang. Kegiatan susur sungai didukung oleh tim darat yang menggunakan kendaraan roda empat yang membawa kebutuhan logistik.

MENGHITUNG TOILET TERAPUNG

Susur sungai dimulai di wilayah hulu, tepatnya di wilayah Kali Surabaya Kecamatan Balongbendo, Sidoarjo. Kondisi sungai masih relatif alami dengan masih ditemukannya beragam tanaman liar yanv tumbuh di kanan dan kiri sungai.

Keberadaan beragam tanaman ini sangat oenting bagi sungai karena dapat mengurangi laju sedimentasi yang membuat sungai menjadi keruh. Selain mengontrol sedimentasi, keberadaan pohon-pohon besar seperti randu, waru, barongan bambu ori, petai, dan mangga berfungsi untuk habitat bagi beragam jenis burung.

“Sepanjang perjalanan susur sungai di wilayah hulu, kami banyak menjumpai beragam jenis burung seperti burung bubut, burung srimbok-mbok, burung raja udang, danbburung kowak yang hinggap pada dahan-dahan pohon di tepi sungai,” ujar Ismail Nasir, mahasiswa Universitas Ciputra yang berasal dari Bandung.

Namun, kondisi sungai berubah saat memasuki wilayah Bambe, Kecamatan Driyorejo, Gresik dan daerah Warugunung, Kecamatan Karangpilang, Surabaya. Di wilayah Gresik ditemukan beberapa pipa berukuran besar yang membuang limbah cair berwarna hitam dan bersuhu tinggi sedangkan di wilayah Surabaya, tim Susur Sungai banyak menemukan titik pembuangan sampah (TPS) dan toilet terapung.

“Kami menamukan seratusan toilet terapung dan seratus lebih toiket yan berada di bibir sungai,” tambah Ismail.

Kondisi ini sangat mengancam kualitas air Kali Surabaya karena pada saat air sungai meninggi karena hujan, sampah-sampah yang ada di TPS tersapu air dan terbawa hingga ke hilir. Padahal, air di hilir itu yang menjadi bahan baku PDAM Surabaya.

Memasuki Karangpilang terdaoat ratusan pemukiman yang diapit oleh jembatan Karangpilang masih menggunakan air sungai sebagai sarana untuk mandi dan mencuci. TIm bahkan melihat ada ibu-ibu yang membawa ember berisi air sungai ke dapur.

“Keprihatinan kami karena sepanjang penyusuran air yang masuk wilayah Karangpilang sudah tercemar oleh limbah industri, kotoran dari peternakan, kotoran dari kamar mandi, dan sampah-sampah seperti popok bayi, bangkai binatang, dan sisa kotoran dapur. Namun demikian, air ini masih dimanfaatkan untuk kehidupan sehari-hari. Kami mengkhawatirkan ancaman kesehatan bagi masyarakat yang setiap hari secara terus menerus menggunakan air sungai untuk kebutuhan MCK bahkan untuk mencuci peralatan makan sehari-hari,” kata Faisal.

Matahari tenggelam saat tim memasuki wilayah Karah dan Kedurus. Saat itu banyak aktifitas manusia yang tidak memperhatikan kelestarian air sungai. Bekas cucian sepeda motor yang langsung dibuang ke sungai, bapak-bapak yang buang air besar di atas pohon, di tebing bibir sungai tanpa.merasa bersalah.

Lenhkap sudah oenederitaan Kali Surabaya. Ketika tim berlabuh dan menaikkan oerahu-oerahu ke tepi sungai, tercium bau air sungai yang amis dan bercampur sampah.

PEMANDANGAN DI BANTARAN SUNGAI

Mahatra merupakan salah satu Unit Kegiatan Mahasiswadi Universitas Ciputra yang telah memasuki generasi keempat. Konsentrasi yang dijalankan oleh mahatra adalah kegiatan konservasi alam. Program kegiatan saat ini lebih menitikberatkan pada upaya-upaya perlindungan alam khusunya konservasi sumber daya air.

Salah satunya kegiatan susur sungai kali ini. Mahatra memiliki cita-cita suatu saat nanti alam dapat kembali menjadi pulih lagi dengan kesadaran dari masyarakat yang peduli dengan alam dan tidak hanya mencintai alam.

“Susur sungai yang dilakukan menambah oengetahuan bagi kami bahwa aktivitas manusia di sepanjang Kali Surabaya membawa dampak pada turunnya kualitas air dan tidak berfungsinya ekosistem sungai untuk menunjang kehidupan manusia,” kata Salsabila.

Aktivitas yang berdampak negatif yang ditemukan antara lain aktivitas industri yang membuang limbah tanpa melalui proses pengolahan. Ada tiga pipa buangan yang ditemukan membuang limbah berwarna hitam dan putih.

Temuan lain adalah puluhan pembuangan sampah di tepi sungai. Sampah yang ditimbun di tepi sungai pada akhirnya akan terhanyut terbawa air, termasuk baterai, popok, plastik, dan lain-lain.

“Selain hampir seratus toilet terapung, banyak rumah yang berdiri di tepi sungai langsung membuang kotoran dari kamar mandi ke Kali Surabaya,” kata Ricky. “Rumah di tepi sungai selain mengurangi estetika sungai keberadaan masyarakat di lokasi air yang tercemar juga menimbulkan ancaman bagi kesehatan mereka,” tambahnya.

Mahatra akan melakukan sosialisasi temuan susur sungai kepada instansi terkait seperti PDAM Surabaya dan Perum Jasa Tirta sebagai pengelola Kali Surabaya. Mereka juga mengajak segenap mahasiswa oecinta alam di Surabaya untuk bersama-sama menyelamatkan Kali Surabaya.

QUOTES

“Fungsi sungai yang pada dasarnya sangat berguna untuk masyarakat, namun dengan melihat bagaimana manusia memperlakukan sungai sebagai tempat sampahdan tempat buang limbah perlu dipikirkan ulang untuk menggunakan olahan air dari Kali Surabaya. Masyarakat yang bermukim di sekitar Kali Surabaya, sehatusnya memiliki kesadaran yang lebih tinggi akan keadaan sungai itu.” -Salsabila Delarosa-

“Semoga kegiatan susur sungai dapat terus berjalan dan implementasi kedepannya mampu.membudidayakan ikan papar yang hampir punah.” -Ricky Fajar Adiputra (Ketua Pelaksana Susur Sungai)-

“Semoga Mahatra dapat konsisten pada bidang konservasi tanpa harus menomorduakan segalanya terutama kuliah. Semoga mahasiswa pecinta alam lain dapat ikut serta dalam kegiatan susur sungai yang akan datang.” -Faisal Akbar Danaparamita (Ketua UKM Mahatra)-

“Kegiatan kematin benar-benar pengalaman pertama yang belum tentu orang lain mau dan suka kegiatan seperti itu. Setelah tahu lebih dalam lagi sekarang saya paham apa yang kita lakukan selama ini terhadap air itu salah.” -Ismail Nasir-

“Aku bisa melihat ternyata sungai kita masih jorok. Masih banyak yang buang sampah di sungai dan masih banyak limbah pabrik yang dibuang ke sungai. Jadi, semua harus lebih bisa.menghargai alam.” -Ferensa Bening-

Sumber: Surya, 28 Maret 2015 halaman 10