SURABAYA – Kota metropolis tengah dilanda tren fashion ready-to-wear. Meski demikian, Janice Limmanuel tetap mengeksplorasikan diri dengan merancang busana avant-garde.
Kali ini dia merancang pakaian dengan inpirasi dari piano. Janice bercerita, awalnya dirinya akan membuat pakaian yang berhubungan dengan monokrom. Namun, gaya itu tidak lagi menarik. Idenya lalu beralih pada piano, alat musik favoritnya ketika masih kanak-kanak.
Dalam kurun waktu tujuh bulan, hadirlah Sembilan karya bertajuk The Dancing Finger. Karya itu begitu unik, berupa jumpsuit, men’s wear,pants,dan blous. Tentu,karya tersebut didominasi warna hitam,putih, dan abu-abu.
Janice mengungkapkan, karya handmadenya bisa dikenakan untuk acara khusus. Karya-karyanya itu juga cocok bagi perempuan yang ingin tampil beda. Bukan yang manis atau modis, tapi lebih ke edgy. “Saya sih tidak menganjurkan dipakai untuk acara biasa. Pas bikin, saya bermimpi pakaian saya dikenakan Lady Gaga. Nyeleneh gitu,” ujarnya.
Dia menyebutkan,salah satu material pada karyanya adalah kain sofa daur ulang. Bagi Janice, karyanya tersebut tergolong rumit. Sebab, pembuatannya menggunakan jarum besar dan dijahit dengan tangan. “Karya yang satu itu lumayan bikin jari saya merah-merah. Kain sofanya agak keras,”ungkapnya junice yang baru dua tahun bergelut didunia desain pakaian, The Dancing Finger tergolong susah-susah gampang. Untuk pola, dia terbantu pola yang tersedia di Pison Art. “Saya belajar material dan warna. Diaplikasikan dari gambar ke bentuk visual, kemudian bagaimana bisa klop memadupadankannya,”paparnya. (cik/c5/nda)
Sumber : Jawa Pos, 9 Januari 2014. Hal 40.

