Intip Negara Perintis Fashion Week.Kompas 12 Maret 2014.hal.33

Ada banyak alasan yang membuat Paris, Perancis disebut sebagai pusat mode dunia. Kecintaan masyarakat Perancis sejak abad pertengahan terhadap dunis mode bukanlah satu-satunya. Perancis banyak melahirkan desainer kenamaan dunia, diantaranya Jean Paul Gaultier, Karl Lagerfeld, dan Louis Vuitton. Selain itu, Perancis merupakan negara pertama yang menggelar fashion show. Menariknya, fashion week pertama justru diadakan di luar Perancis.

Mulanya adalah pada 1858. Pada masa itu, desainer Charles Fredrick Worth ingin menunjukkan koleksi busananya kepada kaum bangsawan Perancis. Peragaan busana ini pun berlanjjut dari waktu ke waktu dan bersifat tertutup. Hanya kalangan tertentu yang bisa mengaksesnya.

Namun, peragaan busana yang digelar secara rutin mulai terganggu sejak mendekati abad ke-20 saat Perang Dunia II terjadi di sejumlah negara Eropa. Sebagai gantinya, diadakan Press Week (serupa dan merupakan cikal bakal fashion week) yang dipelopori Elanor Lambert, praktisi humas mode di Amerika. New York adalah kota pertama di luar Perancis yang menjadi lokasi perhelatan peragaan busana. Berkat perhelatan busana ini (kini disebut New York Fashion Week). Dunia mode Amerika semakin dilirik. Sesuai namanya, fashion week atau pekan busana, perhelatan ini diadakan selama sekitar seminggu.

Perhelatan busana  di New York ternyata mengundang perhatian sejumlah kota lain di dunia. Kota berikutnya yang mengadakan pagelaran busana adalah Milan, Italia. Pagelaran busana mendorong terciptanya kalender fashion week yang dalam bahasa Italia disebut Settimana Della Moda. Jumlah kota di dunia yang menggelar fashion week pun bertambah.

Selain empat kota utama. Yaitu Paris, New York, Milan, dan London, fashion week diadakan di sejumlah kota seperti Amsterdam, Barcelona, Buenos Aires, Dubai, Jakarta, Manila, Kuala Lumpur, Sydney, Tokyo, dan Hongkong.

Di sejumlah kota di dunia, fashion week diadakan menurut pergantian musim. Biasanya pembagian fashion week adalah spring/summer dan autumn/winter atau menurut kategoori tertentu seperti pekan peragaan busana pengantin dalam Bridal Fashion Week.

Indonesia tidak termasuk negara yang mengadakan perhetalan peragaan busana berdasarkan pergantian musim. Iklim di Indonesia yang bersuhu hangat menciptakan tiadanya perbedaan mode saat musim penghujan dan kemarau. Selain menggelar fashion week umum seperti Indonesia mengenal Islamic Fashion Week dan Bridal Fashion Week.

Sumber : Kompas, 12 Maret 2014, hal.35