
Strategi pertama adalah pemilihan tapak yang indah, dikelilingi oleh pemandanan Pantai Ujung, Gunung Agung dan Desa Seraya. Konturnya yang perbukitan dimana ada Bale Tunjuk, sejauh mata memandang terhampar langit, gunung, lautan Selat Lombok yang sangat biru. Strategi kedua adalah peletakan ruang tinggal yang menggunakan kebiasaan bangsawan Bali saat bermeditasi. Menyendiri ke sebuah ruang yang berjarak dari keseharian dengan menggunakan air sebagai pemisah. Rumah yang biasa dikelilingi rumput dan pelataran disini dikelilingi air. Perjalanan dari satu bale ke bale yang lain menghasilkan pengalaman unik, karena kita seakan mengapug diatas air melalui jembatan putih yang dinaungi deretan gerbang berukir indah.
Selain memanjakan visual dan kinetik, pendengaran kita dimanjakan dengan suara gemericik air air mancur di tengah kolam. Saat bosan di Bale Gili, tamu bisa bersantai ke Bale Bundar, Bale Kambang, dan Bale Tunjuk, yang masing-masing mempunyai pemandangan indah yang berbeda. Strategi ketiga, menyadari bahwa tamu kerajaan berasal dari berbagai Negara, Raja menggabungkan arsitektur Bali dengan Cina, Eropa dan Timur-Tengah.
Perpaduan ini membuat suatu gaya baru yang unik, yag tidak dijumpai dimanapun. Menggunakan tata letak khas Bali, khusunya panduan istana air namun bentuk keseluruhan bangunan bale menggunakan bentuk Eropa, Empire Style dengan sistem konstruksi rangak Early Modern Eropa. Ada pengaruh sikap Art and Craft, gaya yang ingin lepas dari European Classical Order dengan cara mengangkat lokal, yang membuat ornament Bali-Cina dan lengkung Timur Tengah berpadu dengan manis di Taman Ujung. Raja Karangasem mempunyai hubungan yang luas dengan Eropa, Cina dan muslim Lombok.
Catatan sejarah menunjukkan bahwa di Raja Canton mengutus tukang baru dan kayu sebagai hadiah untuk Raja Karangasem, Selain itu Raja Karangasem juga pernah berkeliling hingga ke Versailles. Disini latar belakang tuan rumah menjadi dasar pemikiran bagaimana memperlakukan tamu kehormatan. Hubungan antar Negara yang menggunakan arsitektur sebagai strategi ini meninggalkan kesan mendalam bagi yang pernah berkunjung di Taman Ujung, membuat Bali tidak terlupakan dengan keramahannya dan keindahannya.
Sumber: Rumahku. Oktober 2017. Hal. 56-57
