Innovation Talk “Manajemen Kawasan Konservasi dalam Pengembangan Pariwisata” yang diselenggarakan UC Library dan HTB-UC di hari Jumat lalu (2/3) mengundang M. Nurdin Razak (Akademisi, Social Entrepreneur, Owner of Baluran Ecolodge) dan Dody Wahyu Karyanto (Kementrian Lingkungan Hidup dna Kehutanan Republik Indonesia) sebagai narasumbernya.

Di acara yang dilaksanakan di Ruang Theatre lantai 7 ini, Pak Nurdin menjelaskan bahwa ada 3 hal penting yang perlu diperhatikan yaitu Spirituality, Serenity dan Sustainability dalam pengembangan dan manajemen kawasan konservasi. Ekowisata yang dapat mengimplimentasikan ketiga prinsip tersebut, tidak hanya berprofit & memberikan dampak lingkungan, tetapi juga dapat membangun perekonomian warga di daerah tersebut.

Selanjutnya bapak Dody Wahyu menjelaskan 6 tahap pendekatan perencanaan yaitu supply approach, demand approach, policy approach, behaviour approach & appriory approach. Beliau menambahkan bahwa Indonesia memiliki 49% fauna dari total fauna dunia dan 6% flora dari total flora di dunia, yang berarti potensi pariwisata kawasan konservasi di Indonesia masih sangatlah besar. Dengan penanganan yang tepat, ecotourism Indonesia dapat berkembang  besar melampaui pasar yang telah banyak ada saat ini — Eropa Barat.
Acara yang dihadiri mahasiswa HTB-UC angkatan 2016 dan 2017 ini kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan ditutup dengan penyampaian informasi magang Ecolodge oleh bapak M. Nurdin Razak. I-talk kali ini sukses memotivasi mahasiswa UC untuk lebih mendalami pengembangan kawasan ekowisata.

Liputan oleh Faradilla Ayu Winanda (10116228)

 

Untuk foto-foto yang lain, silahkan klik disini.