Perpustakaan Kampus yang Kian Cozy dan Asyik_Jagoan di Koleksi Kewirausahaan. Jawa Pos.30 Agustus 2016.Hal.25,35

Perpustakaan kampus? Tempat dengan jajaran rak tinggi nan senyap dengan koleksi buku-buku enggak update? Ah, bisa jadi itu perpustakaan tempat kuliah anda dulu, hehe… Kampus-kampus ini mampu mewujudkan tempat baca yang cozy (nyaman) dan inovatif. Bikin betah.

CHRISTINA Angelica dan Meyrisa terlihat asyik membaca buku di perpustakaan Universitas Ciputra (UC) kemarin (29/8). Terasa betul bahwa mereka betah berlama-lama. Tempatnya nyaman dan asyik, sih.

Tak heran, mereka kerap meluangkan waktu di sela-sela jam kuliah untuk membaca buku di tempat itu. “Kami juga sering mengerjakan tugas kuliah bersama di sini,” ujar Christina.

Uc memang sengaja mendesain perpustakaan yang menarik. Dari desain saja, UC Library terlihat asyik. Warna jingga mendominasi dinding UC Library. “Melambangkan jiwa muda yang penuh semangat,” ungkap kepala UC Library Suzanna Katharina Mamahit.

Lokasi UC Library juga unik. Letaknya di lantai 1,5 alias “satu setengah”. Untuk masuk ke UC Library pengunjung harus menuju lantai 2 terlebih dahulu. Setelah itu, pengunjung harus turun melalui tangga untuk sampai di UC Library.

Di situ, pengunjung langsung menemui sederetan kursi dan meja warna warni. Selain itu, ada tempat membaca berupa lesehan.

Berbagai inovasi diberikan pengelola UC Library agar mahasiswa lebih nyaman membaca di perpustakaan. Perempuang yang akrab dengan sapaan Khaty tersebut menerangkan, UC Library memang tidak memiliki tempat luas. Hanya 500 meter persegi. Namun, pihaknya terus berupaya memberikan inovasi dengan menyelenggarakan berbagai kegiatan di UC Library. Kemarin pengunjung UC Library bisa mengikuti talk show dengan tema table manner. Kegiatan itu diselenggarakan pengelola UC Library setiap bulan.

Narasumber talk show berasal dari perwakilan program studi (prodi) di UC. “Jadi giliran. Bulan ini tanggung jawab prodi mana. Mereka akan mengirimkan perwakilannya jadi narasumber,” ungkapnya. Mahasiswa bebas mengikuti talk show tanpa biaya. “Semua pengunjung di UC Library juga bisa ikut,” ungkapnya. Pemilihan tema lebih umum. Dapat diterima mahasiswa dari seluruh prodi. Dengan kegiatan tersebut, kata Kathy, UC Library tidak pernah sepi pengunjung.

UC Library buka pada Senin-Sabtu, mulai pukul 07.30 sampai 18.00. Saat jama tersebut, mahasiswa UC bebas beraktivitas di UC Library. Bisa membaca, mengerjakan tugas, serta mengembalikan dan meminjam buku.

Kampus yang terletak di kawasan CitraLand itu memang identik dengan program studi entrepreneurship (kewirausahaan). Begitu juga UC Library. Kathy yakin UC memiliki keunggulan dalam koleksi buku yang berkaitan dengan entrepreneurship, innovation dan creativity. “Bisa dikatakan koleksi kami paling banyak jika dibandingkan dengan perpustakaan di kampus lain,” jelas perempuah 52 tahun tersebut.

Hampir setiap bulan, UC Library membeli buku baru yang berkaitan dengan entrepreneurship. Saat ini saja, di antara total 23 ribu koleksi yang dimiliki UC Library, sebanyak 6.900 buku atau 30 persen merupakan buku tentang entrepreneurship. Jumlah tersebut terus meningkat setiap bulan.

Buku-buku itu juga mendapat tempat lebih spesial. Rak bukunya diletakkan paling utama dengan penanda sesuai dengan tema. Setelah rak buku-buku tersebut, barulah jajaran rak-rak koleksi lainnya terlihat. Kathy menjelaskan, penataan koleksi buku tidak boleh sembarangan.”Ada ilmunya sendiri. Penataan hanya dapat dilakukan oleh perpustakawan,”ungkapnya. Dengan begitu, pengunjung UC Library lebih mudah mencari koleksi buku.

Seluruh koleksi buku terdaftar di Katalog UC Library yang berada di website UC. Dengan demikian, mahasiswa lebih mudah mencari koleksi buku. “Judul yang dicari dapat dilihat di katalog tersebut. Tersedia atau tidak,” ungkap perempuan kelahiran Manado, 27 Februari 1864, itu.

Perpustakaan UC juga sudah membebaskan diri dari citra tempat baca dengan penjaga sepuh yang wajahnya selalu manyun seperti di flm-flm. Sejak diresmikan pada 2006, UC Library punya keunggulan soal pelayanan. Kathy mengajari seluruh pengelola UC Library untuk selalu memberikan senyuman saat melayani pengunjung. “Kami memakai pin bertulisan library serve with heart. Kalau sudah pakai pin itu, semua pengelola harus mengikuti peraturan yang berlaku,” jelas Kathy.

UC Library juga melakukan jemput bola. Program itu bernama circulation on the post (COS). Kathy mengungkapkan seminggu dalam satu bulan, pengelola UC Library berkeliling ke prodi-prodi. Saat itu, mereka menggelar buku-buku yang yang berkaitan dengan prodi yang dikunjungi. “Misalnya, kami mengunjungi lantai 5 UC. Di sana ada prodi apa saja. Ya, kami bawa buku-buku yang berkaitan dengan prodi itu,”jelasnya.

Mahasiswa langsung bisa meminjam buku di COS. Dengan begitu, mahasiswa tidak punya alasan lain untuk malas meminjam buku. Sebab, berbagai kemudahan disediakan UC Library kepada mahasiswa UC.

Bulan ini, tepatnya 26 Agustus UC Library berulang tahun. Serangkaian kegiatan diadakan hingga sepekan ke depan. Peminjam buku sampai akhir Agustus ini berpeluang untuk mendapatkan door prize. “Mereka mengambil undian, nanti tertulis dapat hadiah apa,”katanya. Wah, dapat ilmu, dapat hadiah pula. (Brianika Irawati/c7/dos)

 

Sumber : Jawa Pos, Selasa 30 Agustus 2016