Stasiun Benteng memiliki banyak lintasan rel kereta api. Salah satunya jalur menuju ke arah sungai Kalimas untuk mengangkut berbagai jenis barang dari kapal atau pergudangan di dekat dermaga.

Ginanjar Elyas Saputra

Wartawan Radar Surabaya

Sejarawan sekaligus pustakawan Universitas Ciputra Surabaya Chrisyandi Tri Kartika mengatakan, jalur kereta api yang menuju ke sungai Kalimas tidak seperti sekarang yang hanya sebatas angkutan barang minyak.

“Jadi untuk jalur yang di Kalimas itu untuk angkutan barang selain cairan. Ada rel menuju ke dermaga bersandingan dengan kalimas,” kata Chrisyandi kepada Radar Surabaya.

Chrisyandi menambahkan, rel tersebut menuju ke stasiun Kalimas untuk bongkar muat barang yang nantinya akan disalurkan menuju ke pusat kota maupun ke kota lainnya. Tak jauh dari stasiun Benteng juga terdapat rel yang dibangun oleh perusahaan kereta api swasta Oost-Java Stoomtram Maatshappij (OJS).

“Ada jalur tram uap juga. Itu relnya menuju ke stasiun Semut (Stasiun Surabaya Kota). Artinya di stasiun Benteng juga digunakan sebagai angkutan penumpang trem saat itu,” ujar Chrisyandi.

Pada masa pemerintahan kolonial Belanda memang angkutan logistik atau komoditas perdagangan belum semaju saat ini. Jalur transportasi sungai masih menjadi yang utama, yang kemudian hadir pula kereta api. Namun angkutan-angkutan pendukung lainnya masih terbatas, seperti kereta (cikar) ataupun kendaraan bermesin lain masih sangat minim. Sehingga hadirnya kereta api sebagai transportasi logistik bagi komoditi perdagangan menjadi kemajuan tersendiri.

“Itu alasannya kenapa kawasan perdagangan dan pergudangan dulu tidak jauh-jauh dari sungai, karena transportasi komoditi perdagangan skala besar dahulu ya pakai perahu atau kapal, makanya kawasan dekat sungai selalu hidup dan berkembang,” pungkasnya.

 

Sumber: Radar Surabaya, 17 April 2021