Selain perusahaan Staatssporwegen (SS) yang membangun jalur kereta api di sekitar Jalan Benteng, perusahaan kereta api swasta Oost-Java Stoomtram Maatshappij (OJS) juga membangun jaringan kereta berupa trem di Pelabuhan Surabaya.

Ginanjar Elyas Saputra

Wartawan Radar Surabaya

Sejarawan sekaligus pustakawan Universitas Ciputra Surabaya Chrisyandi Tri Kartika menuturkan, jalur kereta api di kawasan ini bukan hanya dilewati kereta api (KA) barang saja. Namun ada juga KA penumpang dari Benteng ke Stasiun Semut berupa tram uap.

Chrisyandi meyakinkan bahwah ada KA angkutan penumpang berdasarkan dari buku Signivicant Matters Of Sourabaya. Pada buku itu terdapat perta menggambarkan jalur tram dengan rute Stasiun Udjung sampai Stasiun Sepandjang lewat Karangpilang.

“Jalurnya lewat Stasiun Benteng. Itu ada di jadwal keberangkatan tram uap zaman dulu,” kata Chrisyandi kepada Radar Surabaya.

Dari buku sumber lain milik Dosen Sejarah Universitas Airlangga (Unair) Purnawan Basundoro, OJS membangun jalur tram Ujung-Benteng tersebut diresmikan pada 10 Desember 1889 di sisi timur Sungai Kalimas. Tahun 1920-an jalur trem OJS di Pelabuhan diganti dengan jaringan trem listrik yang diresmikan tanggal 15 Mei 1923.

Jalur kereta api milik SS yang ditandai dengan garis berwarna hitam dan trem milik OJS ditandai garis berwarna merah. Sementara itu garis titik-titik berwarna merah merupakan jalur trem OJS yang akan dibangun. Peta tahun 1913.

Pada masa Kolonial memang Belanda tak hanya membangun Sistem pemerintahan dan keamanan, akan tetapi pengembangan wilayah dan jalur transportasi juga dikembangkan. Salah satu tujuannya adalah pendukung perdangan komoditi, sebagai jalur angkut. Termasuk untuk mempermudah pengirimannya ke berbagai daerah bahkan ke luar negeri.

“Namun jalur-jalur trem tersebut kini sudah tidak ada. Sedangkan untuk jalur kereta api masih dimanfaatkan hingga kini,” jelasnya.

 

Sumber: Radar Surabaya, 19 April 2021