Kawasan utara Kota Surabaya memang sangat kaya akan seirah dan peninggalan aman penjajahan.  Baik yang masih ada wuinya maupun sudah musnah dan berganti wujud dapat Nitelisik di sana, salah satuiya kawasan Jalan Benteng.

Ginanjar Elyas Saputra Wartawan Radar Surabaya.

SESUAI dengan nama, di lokasi ini pernah berdiri bangunan benteng Fort Prins Hendrik. Di Jalan Benteng, bukan hanya akan membahas bangunan benteng tersebut. Akan tetapi ada juga hal menarik lainnya, salah satunya yang menonjol adalah pabrik mesin industri, aktivitas perdagangan, sungai Kalimas, jalur kereta api dan warga multietnis yang ada di kawasan ini.

Yang pertama akan dibahas adalah soal benteng. Sudah diketahui sebelumnya, benteng ini merupakan bagian dari pertahanan kolonial Belanda pada saat itu di Surabaya. Pada peta G.Kolff & Co. Tahun 1866, benteng tersebut terletak di sisi timur sungai Kalimas.

Di sekitar Fort Prins Hendrik, tidak banyak menunjukkan rumah warga.  Sekelilingnya hanya ada lahan kosong.  Namun, di sisi selatan tampak beberapa perkampungan.  Sedangkan di sisi baratnya ada sungai Kalimas.

Sejarahwan sekaligus pustakawan Universitas Ciputra Surabaya Chrisyandi Tri Kartika menjelaskan, benteng itu kini sudah tidak tersisa.  Selain itu karena Indonesia telah merdeka dan benteng tak difungsikan lagi, keberadaan benteng juga dihancurkan dan diganti dengan bangunan-bangunan lain.

“Bekasnya sudah hilang. Dibandingkan dalu kawasan ini sekarang penduknya sudah banya kata Chrisyandi kepada Radar Surabaya.

Bukan benteng, di lokasi ini yang menonjol adalah adanya bangunan industri yang hanya memproduksi mesin pabrik.

” Jadi ada industri khusus memproduksi mesin pabrik.  Didistribusikan di Surabaya dan daerah-daerah lain juga, ”ujarnya.  (bersambung / nur)

Sumber: Radar Surabaya. 3 April 2021. Hal.3.