Janet Teowarang dan Batik Pasuruan

Pewarnaan Alami dan Corak Artistik Jadi Kunci

Proyek sustainability fashion dari penerima Australian Alumni Grant Scheme Janet Teowarang kini sudah hampir selesai. Saat ini kain dengan motif batik yang terpilih diproduksi. Setelah itu, dia berencana memamerkannya ke
beberapa ajang fashion di Australia.

MARIYAMA DINA

SETELAH proses yang panjang, proyek besar fashion designer Janet Teowarang dalam pembuatan motif batik khas Pasuruan kini sudah masuk tahap produksi. Total, sudah ada 12 motif batik dari para pembatik terpilih yang telah
mengikutipelatihan dan bimbingannya. Dari motif-motif yang terpilih tersebut, Janet mengubahnya menjadi busana itu akhimya membuahkan hasll. Saat ditemui di Universitas Ciputra (UC) Tower Senin (4/10), Janetmenunjukkan dua motif yang sudah jadi. Satu motif berwarna cokelat kehitaman. Satunya lagi berwarna lebih terang dengan warna salmon. “Untuk membuat dua warna ini, prosesnya nggak mudah. Benar-benar butuh beberapa kali pewarna dan pencobaan,” terangnya.

Sudah bukan rahasia bahwa membuat batik itumemang tidak mudah, Terlebih untuk batik tulis dan yang memakai
pewarna alami. Untuk batik yang berwarna salmon, misalnya. “Batik ini mereka namai Matoa Krisan. Pewarnaannya pakai mangrove, muncul warna salmon yang kalem kayak gini,’ jelas Janet sambil menunjukkan batik tersebut. Selain wama, fokus lain dalam proyeknya untuk Australian Alumni Grant Scheme adalah motif. “Kamiingin motif khas Pasuruan ini lebih dikenal lagi. Terlebih, Ketua Dekranasda Kabupaten Pasuruan Ibu Lulis Irsyad Yusuf sangat mendukung,” ceritanya.

Namun, motif-motifkhas Pasuruan seperti salak, bunga sedap malam, bunga krisan, atau Penanjakan Bromo tidak bisa langsung dibuat dengan bentuk sebenamya. “Karena pasarnya nanti internasional, motifnya  artistik. Nggak digambar secara harafiah,’ ujamya.

Fashion designer Geraldus Sugeng yang turutmemilih motif yang layak membenarkan bahwa motif batik yang dibuat harus disesuaikan dengan pasar dan tren.”Warna-warna yang tidak terlalu mencolok dan motif simpel tapi artistik menjadi fokus kami,”jelasnya.