18 Januari 2016. Rusdi Kirana Bicara Pemberdayaan UMKM_Jangan Pernah Remehkan Kemasan. Jawa Pos.18 Januari 2016.Hal.1,11

Pemberdayaan umkm tidak hanya berguna untuk memantapkan peran industri kecil sebagai katup pengaman ekonomi. Lebih dari itu,langkah tersebut adalah modal utama untuk menggerakkan industri yang lebih besar. Sebagai pebisnis besar yang merintis usaha dari kecil,rusdi kirana memang lebih dari sekedar layak ketika berbicara tentang pemberdayaan usaha mikro, kecil, dan menengah. Selama skitar satu jam,CEO Lion Air Group itu berbincang tentang pengembangan industri kecil dan pariwisata dengan manado post diruang kerjanya dilantai 8 lion tower,jakarta pusat,akhir desember lalu. Bagi rusdi, umkm bisa diibaratkan katup pengaman ekonomi. Pelakunya sangat besar kira kira 52 juta orang. Pasar yang disasar juga mahaluas. Bahkan untuk memenuhi pasar domestik pun masih kwalahan. Yang jadi persoalan adalah cara pandang yang belum sepenuh hati menghargai produk umkm

 

Perlu badan khusus untuk atur distribusi

“tapi tidak masalah. Semua sektor dapat kita fungsikan untuk memenuhi permintaan pasar. Ini modal utama karena permintaan pasar semakin besar.” Tutur pria kelahiran 17 agustus 1963 itu. Rusdi mencontohkan keberhasilan taiwan memberdayakan kelompok umkm. Pemerintah taiwan menggerakkan industri rumah tangga yang menjadi penyuplai industri besar disana. Disitu terjadi mata rantai yang tak pernah putus. Lama kelamaan industri rumah tangga pun akan berkembang menjadi indsutri besar yang menumbuhkan industri rumah tangga baru. “jadi lima sampai sepuluh tahun kedepan saya rasa industri kita akan maju kalau kita fokus dari bawah dulu.” Tutur ayah tiga anak itu. Namun ungkap pria yang bisnisnya merangkak dari penjual tiket bersama istrinya tersebut,banyak kendala yang perlu segere dicarikan solusi. Antara lain secara kelembagaan,umkm di indonesia diberi bantuan permodalan yang pantas secara berkesinambungan. Ada lagi persoalan dari sisi pemasaran. Umkm lemah dalam pengemasan dan distribusi. “ini sangat penting dibenahi terlebih dahulu,” tanda anggota dewan pertimbangan presiden itu.

Persoalan kemasan,tambah rusdi,tidak bisa diremehkan. Sebab kemasan yang asal asalan membuat industri rumah tangga terlihat tak mampu menunjukkan kualitas. Apalagi produk impor punya keunggulan disisi itu. Rusdi yang kaya pengalaman di pemasaran juga mengusulkan agar pemerintah membentuk badan khusus untuk menangani distribusi produk domestik. Badan khusus tersebut akan bertugas mengatur lalu lintas produk agar terdistribusi dengan baik. Dengan begitu,nilai jual sebuah produk akan bertambah. Rusdi mengakui bahwa dirinya adalah produk dari pelaku umkm selama 15 tahun bersama istrinya,rusdi bertahan sebagai agen tiket pesawat. Dia belajar dari kakaknya,kusnan kirana. Selain menjual tiket,rusdi memanfaatkan peluang antar jemput dari bandara dan kembali ke bandara. “setelah modal memadai,saya mulai berinvestasi. Karena dari awal tidak punya rasa takut,saya lantas berinvestasi dibidang penerbangan.”kenang rusdi dengan mata menerawang. Investasi yang dipilih berkaitan dengan sewa pesawat untuk penerbangan domestik. Sekitar 2000an awal,rusdi memiliki satu pesawat. Kepercayaan kepada rusdi yang terus bertambah membuat banyak yang menyewa. Tapi kata rusdi,namanya bisnis ada pasang surut. Dia hampir mundur dari bisnis maskapai,tapi dicegah keluarganya. Setelah keluar dari tekanan,akhirnya rusdi mampu mengembangkan sayap bisnis dan mendirikan kerajaan maskapai dengan bendera lion air. “nama itu saya ambil dari nama zodiak,yaitu leo,yang kebetulan merupakan zodiak saya dan kakak saya.” Ungkap rusdi,lantas tertawa

 

Sumber: jawa pos,senin 18 januari 2016