JEMBATAN Petekan, atau Ferwerdabrug merupakan jembatan tua peninggalan zaman Belanda yang ada di Kawasan Jalan Jakarta, Pabean Cantikan.

Jembatan ini memiliki keunikan tersendiri. Yakni bisa dibuka tutup pada masanya saat ada perahu atau kapal melintas di sungai Kalimas. Dinamakan Petekan konon ada tombol yang ditekan (petek) sehingga jembatan bisa membuka dan menutup sendiri.

Pustakawan Universitas Ciputra Chrisyandi Tri Kartika mengatakan, pembangunan jembatan Petekan direncanakan oleh Pemerintah Hindia Belanda mulai tahun 1936.

Pengerjaan fisiknya dikerjakan oleh NV Machinefabriek Bratt perusahaan kontruksi yang berada di Surabaya. Proses pengerjaan berjalan selama tiga kemudian dioperasikan. “jembatan mulai beroperasi pada 16 1939. Dahulu namanya Feru z ujarnya kepada Radar Surabaya.

Ferwerdabrug berasal dari gabungan dua kata. Ferwerda dan brug. Ferwerda sendiri merupakan nama panglima perang AL Hindia Belanda Laksamana Hendrikus Ferwerda.

Sementara Brug berasal dari Bahasa Belanda yang memiliki makna jembatan. Jembatan ini dipakai mobilitas masyarakat. Keberadaan Jembatan Petekan juga mendukung roda ekonomi di Kota : pahlawan bagian utara menjadi semakin berkembang.

Seperti kawasan Ampel, Kembang Jepun, Krembangan dan beberapa daerah lainnya. Seiring berjalannya waktu jembatan Petekan sudah tidak bisa diangkat. Namun, masih berdiri kokoh. “Sekitar tahun 1980 saat itu jembatan masih bisa diangkat,” katanya.

Sementara itubelu lama ini Pemkot Surabaya melalui Dinas Kebudayaan dan Pariwisata akan mengembangkan potensi wisata air Kalimas digabung heritage.

Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata (Disbudpar) Antiek Sugiharti mengungkapkan, wisata air akan melibatkan Kapal cruise (pesiar) yang sering bersandar di Pelabuhan Tanjung Perak.

Dari situ lah wisatawan yang datang dapat berkeliling menikmati wisata air, kota lama dan heritagesecara bersamaan. “Nah, biasanya penumpang cruise saat turun kelilingnya menggunakan bus, Kita lihat apakah memungkinkan kalau mengguna- kan wisata air. Salah satualternatif untuk safari

mereka,” ungkapnya.

Oleh karena itu untukmenindaklanjuti keseriusan wisata air itu, Wali Kota Surabaya Eri Cahyadi dengan Pelindo III beberapa waktu lalu sudah bertemu. Antiek menyebut, ada beberapa spot menarik yang akan dapat dikembangkan bersama Pelindo yang akan dikemas menjadi satu konsep. “Setelah kita sisir dari Taman Prestasi hingga Taman Petekan, maka kita tahu apa saja yang scharusnya kitaperbaiki. Apalagi Taman Petekan ini juga sudah siap dengan UMKM, Jadi kita akan gabungkan menjadi satu konsep,” jelas Antiek. :Sclama ini rute wisa air berjalan mulai dari Kapal Monkasel- Taman

Prestasi-Museum Pendidikan yang harus dibenahi agar wisatawan dapat menik- mati perjalanan air dengan nyaman “Insyallah dchir tahun ini bisa untuk pengembangan pelanjudnya kita lakukan secara bertahap” harapnya. (rus/nur)

 

Sumber: Radar Surabaya. 13 Desember 2021. Hal. 6.