Senyum Jennifer Michelle’Thamrin langsung mengembang begitu keluar dari Multipurpose Hall, Ciputra World Surabaya,Jumat (13/10). Di sana, mahasiswa Universitas Ciputra (UC)itu diwisuda dengan IPK 3,71 bergelar cum laude.

PERJALANAN panjang telah dilalui Jennifer Michelle Thamrin hingga lulus dengan predikat cum laude. Masuk ke Jurusan International Business Management (IBM) International Class (IC) UC pada 2019, Jennifer menggenggam satu tekad. Yakni, lulus tepat waktu dengan nilai membanggakan

“Semester akhir jadi masa-masa struggling sih. Tantangan untuk menyelesaikan skripsi cukup berat, tapi tetap berusaha semaksimal mungkin. Terbukti, usaha memang tak pernah mengkhianati hasil,” ungkapnya. Jennifer mengambil tema skripsi tentang pengaruh marketing dalam media sosial terhadap brand image atau cita merek, sebagai variabel mediasi terhadap keinginan pelanggan untuk membeli. Dia melakukan banyak observasi. Merek kosmetik lokal yang banyak digemari dikaitkannya dengan penggunaan teknologi dan media sosial yang kian meningkat.

Pengerjaan dilakukan sejak Maret hingga Juni. Tiga bulan Jennifer bergelut dengan data-data dan penelitian. Dia berupaya menuangkan pikirannya dalam tulisan yang bagus dan tertata.

Jika saja tak ada keluarga, dosen, dan teman-teman yangmembantu, dia tak yakin bisa menyelesaikan skripsinya tepat waktu Tuntas skripsi, dia tak ingin bersantai. Sebagai orangyang visioner, Jennifer telah menyusun rencana kedepan. Salah satunya perihal studi lanjut. “Soal studi S-2, saya sedang mencari universitas yangtepat di luar negeri. Selain untuk mencari ilmu, di luar negeri saya ingin mengasah kemandirian dan eksplorasi budaya baru,” tuturnya.

Sembari mencari universitas terbaik, kini Jennifer membantu bisnis sang mama dan sahabatnya agar lebih berkembang.Di sana, dia juga sekaligus belajar manajemenbisnis secara langsung. Ke depan, dia juga ingin mengembangkan bisnis sekolah balet.

Kuat karena Punya Support System
Di antara kesibukannya dalam menimba ilmu, Jennifer juga selalu merawat passion di dunia balet. Sejak usia 5 tahun, dia sudah menari balet. Awalnya, dia mengetahui balet dari flm Barbie yang kerap ditontonnya. Jennifer kecil sering melakukan gerakan balet di depan TV, mempraktikkan apa yang dialihatdari film Barbie.Mengetahui itu, Yuli Maria, sang mama, mendorongnya bersekolah balet. Seiring waktu, kecintaan pada balet terus tumbuh hingga menjadi passion.

Beragam gerakan balet dikuasai Jennifer kecil dengan mudah.Namun,adasatugerakan atau gaya balet yang hingga kini dia suka. “Entah kenapa, saya suka gerakan balet yang anggun sekaligus powerful. ltu menggambarkan citra perempuan yang cantik, tetapi penuh dengan kekuatan,” ujarnya.

Mamanya menjadi sosok krusial dalam hidup Jennifer. Kepada Jennifer dan dua adiknya, Vebby Aurelia Thamrin serta Dawson Karsten Surya,sang mama selalu berusaha memberikan yang terbaik dalam segala hal. Mereka juga didoronguntukmelakukan hal-hal positif.

Satu nasihat dari Yuli terus dipegangJennifer. Yakni, jangan takut sebelum mencoba,dijalani saja. Yuli kerap mengatakan itu ke Jennifer. Sebab, anak pertamanya itu merupakan tipe yang overthinking dengan hal-hal yang belum terjadi. Kesibukan sebagai pengusaha tak membuat Yuli Maria jauh dari anaknya. Bahkan, menurut Jennifer, mamanya selalu mengutamakan anak-anaknya.

Keluarga Jennifer juga mengucapkan terima kasih kepada banyak pihak yang mengirimkan karangan bunga saat hari wisuda.Di antaranya, PT Kapal Api Global, Ambassador of Seychelles Nico Barito, Dirut Serayu Group Hasan Tjoa, Komisaris Utama PT Ade Dananjaya Sentosa Ade Harnugama, Ketua DPC Apkrindo Malang Prof Dr Ir Sutanto Hidayat MT, DR Ali Husein SS MSi, Ketua Umum Forum Tionghoa Bersatu Fortiber Dr, Drs HM Anda Hakim SH MH MBL, Agus Neck, dan Pudjianto Gondosasmito. Selain itu, Nusatuna, PT Ulam Laut Nusantara, PT Royal Silika Nusantara, PT Royal Pemata Indonesia, PT Royal Capital Indonesia, PT Royal Emas Nusantara, dan Royal Gold BSD-Tangerang.(ree/c12/xav)