Sumber: https://www.propertynbank.com/topping-off-kampus-baru-universitas-ciputra/

Kampus Baru Universitas Ciputra Jakarta Gelar Topping Off

16 Oktober 2025

Propertynbank.com – Kampus baru Universitas Ciputra Jakarta (UCJ) menggelar seremonial topping off atau tutup atap, pada hari Rabu (15/10/2025). Momentum ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan transformasinya sebagai pusat pendidikan masa depan di Indonesia. Prosesi menandai selesainya struktur utama bangunan kampus baru UCJ di kawasan Ciputra International, Jakarta Barat tersebut.

Di saat bersamaan, juga diluncurkan program unggulan Beasiswa Multiple Intelligence, yang menandai komitmen UCJ dalam membangun pendidikan yang lebih inklusif, berbasis teknologi, dan menghargai keragaman kecerdasan.

Prof. Dr. Ir. Denny Bernardus, M.M., Director, Board of Executive Yayasan Ciputra Pendidikan mengatakan, kedua agenda pentig itu menjadi simbol dimulainya era baru pendidikan yang mengintegrasikan arsitektur berkelas dunia, semangat entrepreneurship, teknologi generatif AI, serta pengalaman nyata dunia usaha (Real Business Experience/RBE).

“Setiap universitas memiliki momen yang mencerminkan jiwanya. Bagi UC Jakarta, momen itu bukan semata pada beton dan baja yang berdiri, tetapi pada pemikiran dan mimpi yang akan menghidupi kampus ini,” ujar Prof. Denny dalam keterangannya.

Kampus UCJ dibangun di atas lahan seluas 10.000 m², yang dirancang memiliki total luas bangunan mencapai 63.207 m², dengan kapasitas hingga 10.000 mahasiswa. Fase pertama yang akan selesai pada Mei 2026 mencakup 65 ruang kelas dan laboratorium, auditorium berkapasitas 500 orang, hingga fasilitas parkir 3 lantai yang mampu menampung 320 mobil.

Kampus ini juga dilengkapi berbagai fasilitas modern yang mendukung proses belajar berbasis teknologi dan praktik, antara lain Smart Classroom berbasis AI dan IFP untuk pembelajaran hybrid, Business Simulation Room menggunakan Markstrat (juga digunakan di Stanford), Makerspace dengan 3D printer dan Photo & Video Lab dengan teknologi LIMBO Green Screen.

Desain arsitektur kampus baru Universitas Ciputra Jakarta dipercayakan kepada Yori Antar (Han Awal & Partners) bersama Reginald, dan turut melibatkan alumni UC, Ralf Vivaldo, sebagai bagian dari kolaborasi lintas generasi.

Beasiswa Multiple Intelligence

Momentum yang tak kalah penting adalah peluncuran Beasiswa Multiple Intelligence, sebuah program inovatif yang berpijak pada teori Multiple Intelligences dari Howard Gardner (Harvard University).

Prof. Denny menjelaskan bahwa beasiswa ini merupakan bentuk penghargaan terhadap anak-anak muda yang memiliki talenta unik, yang selama ini belum tersentuh oleh skema beasiswa konvensional.

Program ini menjadikan UCJ sebagai salah satu universitas pertama di Indonesia yang secara resmi mengakui dan memberikan beasiswa berdasarkan delapan jenis kecerdasan Visual–Spatial, Linguistic–Verbal, Logical–Mathematical, Bodily–Kinesthetic, Musical, Interpersonal, Intrapersonal dan Naturalistic.

“Selama ini beasiswa sering hanya diberikan bagi mereka yang unggul di nilai akademik atau olahraga populer. Namun bagaimana dengan siswa yang memainkan alat musik dengan indah, meski tak pernah ikut lomba? Atau mereka yang berempati tinggi, mencipta dalam diam, dan memimpin dengan hati? Mereka pun layak dihargai,” ungkap Prof. Denny.

Program ini dikembangkan dengan pendekatan co-creation, mendorong siswa SMA dan sederajat untuk menampilkan bakat mereka serta menjelaskan kontribusi potensial terhadap UC Jakarta dan program studi pilihan. Dukungan beasiswa bisa berupa pembebasan biaya kuliah (penuh atau sebagian), pendampingan akademik, hingga mentoring dari dosen dan praktisi industri.

Kewirausahaan dan Generative AI

Melalui dua inisiatif besar ini, UC Jakarta memperkuat jati dirinya sebagai kampus masa depan berbasis entrepreneurship dan teknologi AI. Kurikulumnya disusun agar mahasiswa tidak hanya berpikir inovatif, tetapi juga mampu mengintegrasikan Gen-AI dalam bisnis, desain, serta inovasi sosial.

“Dengan fondasi entrepreneurship dan pemanfaatan Gen-AI, UC Jakarta ingin menumbuhkan generasi yang tidak hanya berpikir, tetapi juga merasakan, berkarya, dan memberi dampak bagi sekitarnya,” tegas Prof. Denny.

Lebih lanjut Prof. Denny menyampaikan harapan bahwa kampus UC Jakarta akan menjadi rumah yang memfasilitasi semua jenis mimpi, akademik, kreatif, kewirausahaan, maupun spiritual. “Bangunan ini akan menjadi rumah bagi semua mimpi. Semoga setiap bakat yang dulu tak terlihat akhirnya menemukan cahayanya,” pungkas Prof. Denny.