Kampus Buat short Course ke Australia hingga India

25 November 2025

Kami memiliki dua jenis short course. Tujuannya agar mahasiswa mendapatkan pengalaman belajar lintas negara tanpa harus mengikuti program panjang.” Yoseva Maria Pujirahayu Kepala Collaboration and Global Engagement UC Surabaya

SURABAYA – Kampus di Surabaya Barat rutin menggelar short course atau pendidikan singkat ke luar negeri. Negara tujuannya beragam, mulai ASEAN, Australia, Korea Selatan (Korsel), Tiongkok, hingga India. Selain menambah ilmu dan memberikan pengalaman bagi mahasiswa serta dosen, program itu juga bertujuan menguatkan kemitraan.

Dua Skema

Kepala Collaboration and Global Engagement Univer-sitas Surabaya (UC) Surabaya Yoseva Maria Pujirahayu Sumaji mengatakan, kampus memiliki dua skema short course. Pertama, short course embedded atau pelatihan singkat untuk memberikan keterampilan praktis tentang sebuah sistem dalam mata kuliah. Jangka waktunya empat kali pertemuan. Kedua, program bebas bertajuk UC Global Gap yang dihelat setiap semester.

Keduanya dirancang agar mahasiswa mendapat kan pengalaman belajar lintas negara tanpa harus mengikuti program panjang, Ada beberapa negara tujuan pendidikan singkat UC. Di kawasan ASEAN seperti Malaysia, Singapura, Vietnam, dan Laos. Bela kangan, kampus juga me ngirim mahasiswa ke Australia, Korea Selatan (Korsel), dan Tiongkok. Untuk program immersion (perkuliahan di luar kelas), mahasiswa belajar langsung di kampus mitra dan membentuk kelompok bersama mahasiswa lokal. “Adamini project yang dipresentasikan. Tim dengan hasil terbaik biasanya mendapat apresiasi khusus,” ujar Yoseva.

Jejaring Global

Ketua Badan Kerja Sama Urusan Internasional Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (UWKS) Siti Gusti Ningrum mengungkapkan, pihaknya menguatkan jejaring global sejak 2022. “Program mobilitas mahasiswa dibuka dengan rentang waktu dua minggu sampai enam bulan. Malaysia dan Korsel menjadi negara tujuan short course,” jelasnya.

Kerja Sama

Sementara, dosen dikirim ke India lewat kerja sama U2G (University Government) dengan pemerintah India. Lewat skema itu, UWKS dapat mengirim dua hingga lima dosen setiap tahun ke berbagai institusi di India. Jumlah mitra mencapai lebih dari 500 institusi yang mencakup bidang kedokteran, sosial politik, ekonomi, hingga teknologi. Penempatan dosen disesuaikan dengan keilmuan masing-masing. (omy/aph)