
Walaupun tahi lalat tak jelas manfaat dan fungsinya pada tubuh, setidaknya sebagian orang yang bertahi lalat tampil semakin menarik. Keberadaannya juga tidak membahayakan dan mengganggu. Tapi, bukan berarti tahi lalat tidak perlu diperhatikan dan dipantau.
Sebab, ada kondisi dimana tahi lalat diindikasikan sebagai penyakit seperti melanoma, yaitu kanker kulit yang serius. Karena itu periksalah tahi lalat Anda. Bukan saja tahi lalat yang terlihat, juga tahi lalat yang selama ini mungkin tidak Anda sadari keberadaannya. Mungkin karena letaknya yang jarang terlihat, misalnya di kulit kepala, ketiak, sela-sela jari, dan daerah kemaluan.
Apa saja tanda-tanda tahi lalat yang perlu diwaspadai? Berikut penjelasannya menurut Mayo Clinic Family Healthy Book:
- Ukuran tahi lalat melebihi ukuran rata-rata yaitu sebesar penghapus pensil.
- Bentuk tahi lalat tidak beraturan, berubah warna, atau membesar.
- Tahi lalat jinak cenderung pipih. Karena itu waspadai tahi lalat yang tidak rata alias sebagian datar sebagian lagi menonjol.
- Tahi lalat yang bersisik, kulitnya mengelupas, mengeluarkan cairan, atau berdarah. Juga sebaliknya jika tahi lalat mengeras.
- Tahi lalat biasanya tidak menimbulkan rasa apapun, karena itu waspadai tahi lalat yang terasa sakit atau gatal.
- Area di sekitar tahi lalat membengkak, memerah, dan berubah warna.
(Tika AP)
Sumber: Majalah-Intisari.Februari-2018.Hal_.102
