KAWASAN Kota lama di Surabaya terutama yang berdekatan langsung dengan sungai. Seperti halnya kawasan Bibis Tama, Jalan Niaga hingga Jalan Veteran dahulu menjadi kawasan ekspor impor perniagaan.
Pustakawan Sejarah Chrisyandi Tri Kartika mengatakan, di Jalan Bibis Tama dan Jalan Niaga terdapat perusahaan tekstil, percetakan hingga perusahaan ekspor dan impor. Barang impor tersebut didatangkan dari berbagai negara.
“Ada dua perusahaan tekstil, ada satu percetakan dan sekitarnya lima hingga tujuh perusahaan ekspor dan impir di kawasan tersebut,” kata Chrisyandi.
Chrisyandi menjelaskan, barang impor itu seperti diesel motor, mesin mesin bertenaga listrik peti uang (brandkast), mesin kilang beras dan sebagainya,” jelasnya.
Kawasan Bibis Tama tersebut merupakan perniagaan yang menjadi bagian dari kehidupan ekonomi Surabaya saat itu. Karena lokasi tersebut juga berdekaatan dengan stasiun Semut. “Jalur jalannya pendek (Bibis Tama) jadi buat lewat juga,” imbuhnya.
Meski demikian ukuran jalannya tak begitu panjang. Namun disitulah ada kawasan perniagaan yang justru menjadikan akses utama. Meski seiring berjalan waktu pintu bangunan menghadap ke sungai Kalimas, akhirnya berpindah menghadap Jalan Niaga (saat ini Jalan Veteran)

