Tiap Model Berarti Sejarah
SURABAYA – kebaya merupakan baju tradisional Indonesia yang sudah berumur ratusan tahun. Busana khas itu tetap bisa menjadi sebuah tren mode untuk saat ini. Buktinya, kemarin (16/2) tiga kebaya elegan ditampilkan dengan manis oleh Eva Rosalina, Fenny Aprilia, dan Angela Setiadi.
Tiga model itu memakai busana rancangan Henny Hasyim yang tetap berpakem pada potongan kebaya sebenernya tanpa mengubahnya menjadi lebih modern. “ saya selalu memakai cutting (potongan, Red) standar kebaya.” Ungkapnya kepada jawa pos.
Buktinya kebaya renda yang dipakai Eva. Warna putih, renda, dan bordir menandakan bahwa kebaya itu lahir ketika era penjajahan Inggris. Sebab, saat itulah terjadi peralihan dari teknik sulam tangan ke mesin jahit. Bordiran bunga (floral) yang hanya tersemat pada bagian dada dan pergelangan tangan memunculkan kesan simpel.
Sedangkan kebaya encim yang dikenakan Angela, menurut sang perancang, merupakan salah satu contoh kebaya yang banyak. Diproduksi di Malaysia. Potongan khas kebaya encim tamoak dibagian depan yang memanjang dan lancip, sedangkan bagian belakang terkesan pendek.
Ada pula transformasi kebaya panjang dengan motif polkadot yang dipakai Fenny. Untuk busana itu, Henny segaja memasukkan motif polkadot sebagai bukti bahwa motif tersebut justru bukan motif baru, melainkan lahir pada era ’80-an. “Hampir semua rancangan saya adalah duplikat dari kebaya asli yang umurnya ratusan tahun, namun tetap dengan kualitas bahan yang sama dengan aslinya,” tutur perempuan yng rela berburu kebaya lawas hingga pelosok Indonesia itu.
Henny menambahkan, kebaya memang berbeda dengan batik. Menurut dia, motif pada kebaya tidak memiliki makna seperti batik. Hanya demi keindahan motif tersebut.
Sedangkan Eva punya kesan yang berbeda atas kebaya renda yang dipakainya. Dia mengatakan baru mengetahui sejarah kebaya ketika memakai busana rancangan Henny itu. “Aku baru ngerti kalau kebaya renda ini hasil pengaruh dari penjajahan di sini (Indonesia, Red),” ungkap Eva. (rid/c11/nda)
Sumber: Jawa-Pos.-17-Februari-2015.Hal_.40

