Menyantap kelezatan japanese street foods di kedai Tanpopo, Kebayoran Lama.

Dian Sari Pertiwi

 

Tampilan kedai kaki lima di Jakarta biasanya sederhana, bahkan cenderung ala kadarnya. Tapi ini tak terlihat di kedai makanan jepang yang mengklaim kaki lima, yang ada di pinggir Jalan Sultan Iskandar Muda, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.

Layaknya kaki lima, kedai ini berupa tenda terbuka dan berada di parkiran ruko. Bedanya, kki lima yang satu ini tampil atraktif dengan hiasan lampion khas Jepang. Ya, sajian yang ditawarkannya memang masakan khas negeri matahari terbit.

Berbeda dengan kebanyakan masakan Jepang yang dijual di restoran di mal-mal besar, kedai bernama Tanpop ini mengusung konsep yang sederhana saja. Warung ini Cuma punya dua tiga gerobak kayu yang ditata rapi, lengkap dengan meja dan jursi kayu. Dan, seperti disebut tadi, lokasinya berada di emperan ruko.

Meski menu Tanpopo disebut sebagai street food, citarasanya tak kalah dengan masakan restoran. “Saya sudah tiga kali makan di sini, rasanya enggak kalah dengan restoran Jepang, dan harganya cukup terjangkau,” kata Wike, pengunjung yang malam itu bersantap bareng beberapa temannya.

Sebagai penggemar masakan Jepang, Wike merasa nyaman makan di kedai Tanpopo. Selain sapaan ramah, ‘irasshaimase’ (selamat datang) menyambut setiap tamu yang datang, pegawai Tanpopo juga sigap menwarkan pelbagai menu, lalu menerangkan satgu persatu bila Anda kurang familier dengan masakan Jepang.

Berbeda dari kebanyakan restoran Jepang lain, Tanpopo take meyajikan sushi. Ada empat jenis menu yang ditawarkan Tanpopo, yakni yakiniku, tepanyaki, sahbu-shabu dan hamayaki. Keempat menu ini memiliki beberapa varian bahan, mulai daging sampai seafood.

Bahan baku khusus

Menu andalan yang wajib Anda pesan di sini adalah yakiniku short rib dan yakiniku beef chuck. Menu ini menyajikan daging sapi mentah lengkap dengan saus pakiniku yang bisa Anda panggang sesuai selera, matang atau setengah matang.

Prosesi memanggang daging bersaus yakiniku akan menggugah selera makan saat aroma semerbak daging bersentuhan dengan panggangan. Walaupun Anda memanggang matang atau setengah matang, daging tetap empuk dan muda dikunyah.

Saat menyentuh lidah, daging yakiniku beef chuck ini membelai lidah dengan sensasi rasa yang begitu kaya, sangat juicy. Tekstur dagingnya pun benar-benar empuk.

Kelezatan yang sama juga hadir dari yakiniku short rib. Irisan dagingnya tak tebal, tapi juga tak terlampau tipis. Daging berukuran sekitar 100 gram itu dimpor khusus dari Amerika.

 

Saban bulan, Tanpopo menyediakan 400 kilogram iga sapi untuk memenuhi pesanan yang masuk. “Kami datangkan khusus dari Amerika, bukan dari Australia atau lokal. Daging dari Amerika terkenal kualitasnya, lebih empuk, enggak perlu diolah secara khusus sudah empul, jadi mudah menyajikannya,” kata Sandy Wijaya, salah satu pemilik kedai Tanpopo.

Tapi, di balik kelezatan daging impor itu, itu asa peran saus yakiniku yang sangat menentukan. Sebelum dipanggang, daging dicelup ke dalam saus yang disebut tare. Ada dua jenis tare, yaitu niku tare (saus berwijen) dan soto tare (saus tidak berwijen). Agar citarasanya seperti di negara asal, Tanpopo mendatangkan bahan baku negeri Sakura. “Kemudian kami racik sendiri,” tentang Sandy.

Walaupun daging dan bumbunya impor, harga satu porsi yakiniku short rib Cuma Rp 35.000. Sedangkan yakiniku beef chuck Rp 45.000 se porsi.

Jika Anda enggan bereksperimen menggunakan alat panggang, bisa pesan teppanyaki. Tinggal duduk manios, pesanan akan datang tersaji. Sang koki akan memasak bahan baku di atas plat besi.

Tak hanya bersantap enak, di kedai ini pengunjung juga bisa melihat atraksi koki memaksa. Tepatt di depan area memasak, tersedia tempat duduk ala bar dan meja berbentuk konter. Sambil menanti koki memasak, biasanya pengunjung asyik merekam aksi koko.

Teppanyaki yang perlu di jajal adalah teppanyaki chicken bail. Daging ayamnya sudah direndam semalaman dengan mentega dan potongan daun basil agar bumbunya meresap. Menu ini disajikan lengkap menggunakan tauge dan sawi putih. Ada beberepa irisan bawang putih goreng, menambah rasa gurih. Tampilan ayam ini menarik, karena berbalut mentega putih dan potongan daun basil berwarna kehijauan. Rasanya? Hmm… oishi, lezat! Dijamin ketagihan! Harga satu porsinya Rp 45.000/ Bagi Anda yang suka porsi makan jumbo, bisa tambah ramen. Satu porsi ramen seharga Rp 15.000 cukup untuk dua sampai tiga orang. Setelah itu, kita bisa meredakan dahaga dengan minuman bersoda khas Jepang, ramune. Minuman ini unik, untuk membukanya Anda harus mengeluarkan cap yang tertanam di ujung botol. Setelah itu, gengam botol dan tekan tuttup botol menggunakan cap tersebut. Harga sebotol ramune Rp 40.000. Kalau Anda puasa minum soda, ada teh ocha seharga Rp 10.000 segelas.

Saban hari Tanpopo buka pukul jam 6 sore sampai 12 malam, di akhir pekan buka sampai jam 2 dini hari.

 

Kedia Tanpopo

Jl. Sultan Iskandar

Muda no. 99E.

Kebayaran Lama, Jakarta

Telepon 0878-8996-0752

Koordinat GPS

S-6.239979’-E106.782622’

 

Siap Menawarkan Waralaba

Kedai masakan Jepang berkonsep kaki lima ini cukup digemari. Tiap akhir pekan, pengunjung harus waiting list alias mengantre tempat duduk, agar bisa bersantap makan malam.

Maklum, sekarang kegiatan makan bisa jadi agenda wisataa. Terbatasnya jumlah kursi dan pengunjung memasak makanannya sendiri membuat antrean di kedai ini tak terhindarkan.

Tingginya animo konsumen membuat Tanpopo berekspansi. Awal tahun lalu, Tanpopo membuka cabang di Menteng, Jakarta Pusat.

Meski peminatnya banyak, sejauh ini Tanpopo belum bisa membuka banyak cabang sendiri. “Kami (pemilik) semua punya main business, Tanpopo itu sebagai side business, jadi keteteran kalau banyak cabang,” kata Sandy Wijaya, salah satu pemilik Tanpopo.

Itu sebabnya, para owner Tanpopo pun mempersiapkan konsep waralaba. Apa lagi, kata Sandy, sudah ada beberapa pihak yang menyatakan tertarik menjadi mitra. “Sekarang sudah siap untuk di-franchise, karena enggak ada makanan matang, kami hanya meracik bumbu san daus saja, sisanya bahan baku mengandalkan permasok,” kata Sandy.

Nah, jika Anda ingin menjajal sajian Tanpopo tapi berada di luar Jakarta, tak perlu khawatir. Dengan terbukanya kemitraan, Tanpopo dapat berekspansi ke kota-kota lain di Indonesia.

Sandy bilang, ada calon mitra asal Surabaya yang sudah bertandang ke kedai Tanpopo di Jakarta untuk menjajal menu dan mempelajari model nisnis serta kerjasama. Selanjutnya, kota mana?

 

Sumber: Tabloid Kontan, 6 November 2017, Hal. 40.