Kekambuhan Malaria.
Demam Naik Turun dan Menggigil Dipicu Imunitas yang Melemah
Jawa Pos. 28 April 2024. Hal. 20
Hari Malaria Sedunia yang jatuh pada 25 April mengingatkan kita untuk tetap waspada terhadap penyakit endemik tersebut. Yang pernah terjangkit dan telah sembuh pun masih berpotensi mengalami kekambuhan. Cegah terjadinya gigitan dan jaga daya tahan tubuh.
BEBERAPA jenis malaria dapat menyebabkan kekambuhan atau relapse. Yakni, malaria vivax dan ovale. Parasit plasmodium vivax dan ovale mampu bertahan pada organ hati dalam jangka waktu lama meski sudah diobati. “Parasit tersebut berdiam diri di liver dalam kondisi tidak aktif dan bisa keluar sewaktu-waktu ke aliran darah,” jelas dr Tri Pudy Asmarawati SpPD K-PTI FINASIM.
Jika sudah menginfeksi sel darah merah, lanjut dia, penderita mulai merasakan gejala sebagaimana kali pertama terjangkit malaria. Di antaranya, demam naik turun dengan diawali fase menggigil.
“Dilanjutkan fase demam tinggi, kemudian fase berkeringat. Jadi, keluar keringat banyak diikuti suhu tubuh yang turun. Lalu, berulang dengan interval tertentu bergantung jenis malarianya,” beber dokter spesialis penyakit dalam konsultan penyakit tropik infeksi di Mayapada Hospital Surabaya itu.
Parasit plasmodium vivax cenderung menimbulkan gejala yang ringan. Begitu juga malaria ovale. Malaria berat bisa berisiko kritis dan mengancam jiwa. Dokter Tri Pudy menyebut pengobatan kekambuhan malaria dan awal terjangkit umumnya sama. “Hanya, jenis vivax dan ovale ada tambahan obat untuk membunuh parasit plasmodium di liver sehingga pengobatannya bisa sampai 2 minggu lamanya,” lanjutnya.
Selesai menjalani pengobatan, pasien akan dipantau berkala dengan interval tertentu hingga hasilnya negatif. Namun, adakalanya masih tersisa parasit plasmodium yang bersembunyi. “Ketahuannya nanti setelah dinyatakan sembuh, jarak beberapa bulan atau tahun muncul gejala lagi,” kata dr Tri Pudy.
Dia menyebut kekambuhan malaria dipicu daya tahan tubuh yang menurun. Karena itu, penyintas malaria perlu menjaga imunitasnya. Serta jangan lupa pemberian obat pencegahan malaria ketika akan bepergian ke wilayah endemis malaria. (lai/c7/nor)

