Superstar detox
Minum Jus buah atau sayur satu-dua hari memang tidak serta merta membersihkan seluruh racun di tubuh(cleansing). Namun tetap berguna untuk mendukung sistem tubuh kita agar lebih optimal dalam membuang racun di tubuh. (puz/c15/nda)
Apel
Buah ini merupakan superstar detox. Apel kaya nutrisi dan mengandung pectin.”Apel sangat kaya akan polyphelnols yang berfungsi sebagai antioksidan. Zat ini banyak ditemukan di kulit apel,” ungkap Laura Flores, seorang ahli gizi yang tinggal di San Diego,AS.
Lemon
Buah kaya vitamin C ini menyediakan 88 persen asupan harian yang direkomendasikan. Dengan kaya vitamin C, tubuh akan lebih kuat melawan infeksi dan radikal bebas.
Brokoli
Manfaat sayuran ini sangat terkenal bagi sistem pencernaan, kardiovaskular, dan kekebalan tubuh. American Institute for Cancer Research merilis penyataan bahwa brokoli dilengkapi phyyochemicals dan antioksidan.
Avokad
Menurut penelitian yang dilakukan Mayo Clinic, serat avokad membantu sistem pencernaan pada jalur yang benar. Buah yang creamy itu membantu gerakan yang terjadi dalam usus dan menjaga usus tetap sehat
Nanas
Buah tropis ini mengandung bromelain, sebuah enzim yang membantu membersihkan usus besar dan mengoptimalkan pencernaan.
ADA argumentasi yang menarik bahwa hidup pada era ini kita terpapar begitu banyak toksin. Mulai udara yang kita hirup, air minum, hingga makanan, semua mengandung toksin yang menumpuk di tubuh. Jadi, apakah menggelontorkan racun-racun tersebut dari tubuh mungkin dapat dilakukan dan, berdampak positif? Ternyata belum tentu. Tidak semua ahli sependapat
‘Alasan-alasan tersebut sering dijadikan dasar agar orang merasa bahwa detoksifikasi itu penting. Menurut pendapat masyarakat awam, detoksifikasi adalah ritual untuk mengurangi/membuang racun yang menumpuk didalam tubuh.Semacam penggelontoran yang dilakukan dengan berbagai cara. Misalnya, diet detoks, minum jus, sauna, bersih-bersih usus dengan air suling hingga terapi chelating agents. Apa pun itu,meski tampak menguntungkan bagi tubuh ternyata “teori” detoksifikasi masih kontroversial. “Kalau boleh saya bilang pemahaman yang berkembang tentang detoksitushah kaprah. Tidak 100 persen benar karena tidak ada penelitian ilmiah yang melandasinya.Racun apa sih di dalam tubuh kita yang bisa dikeluarkan secara instan?” ungkap dr Hidayat Wiriantono SpGK DFN. Dokter spesialis gizi Klinik
Dari Siloam Hospitals Surabaya itu menjelaskan, sebenarnya proses mengeluarkan zat zat yang tidak berguna bagi tubuh tersebut berlangsung setiap hari di tubuh manusia.
Kita sudah disiapkan untuk membuangnya Antara lain melalui proses yang tejadi di hati, ginjal, paru paru, usus besar, hingga kulit.
Kita juga dipersenjatai dengan sistem imun.Memang, yang menjadi masalah adalah ketika jumlah toksin itu lebih banyak dari pada yang bisa digelontorkan tubuh akan terjadi penumpukan dan timbul penyakit. Cara yang dianjurkan Hidayat adalah mengubah pola makan sedini dininya dengan konsep gizi seimbang.
Bila ada katering diet yang menawarkan detoksifikasi selama 3 hari dengan hanya meminum jus dan sayur produknya, dia tidak sependapat. Menurut dia, buah dan sayur memang baik untuk tubuh karena mengandung serat baik untuk tubuh karena mengandung serat untuk melancarkan pembuangan. Tetapi, manfaat terbaiknya justru didapat dengan dimakan langsung. “tidak makan apa apa selain minum jus jelas salah. Sebab, tubuh juga memerlukan karbohidrat”,katanya
Dia meminta konsumen mewaspadai efek instan dari jus jus tersebut. Dikhawatirkan, ada penambahan obat pencahar atau dicampur vitamin. “jus ini kan dibuat perorangan tanpa standar. Biar aman, kenapa tidak mengolah sendiri saja?” tuturnya.
Tidak ada yang salah dengan minum jus buah, asalkan asupan lain tetap terjaga. Jika rutin minum jus buah merupakan langkah untuk memulai pola makan gizi seimbang, tentu saja menyehatkan. Jadi, setelah kalap dengan hidangan pesta natal atau tahun baru, usahakan dengan pola makan sehat.
Penerapan pola makan gizi sehat seimbang ,menurut Hidayat memiliki komposisi karbohidrat 55 persen, protein 15-20 persen, lemak 20-25 persen dan serat atau buah 25-30 gram setiap hari.”itu seratnya saja lho ya bukan berat sayur atau buah yang harus dimakan”tegasnya/ buah dan sayur 400-500 gram per hari. Bisa dibagi menjadi 5 kali waktu makan.
Selain itu, olahraga harus tetap dilakukan untuk menjaga kebugaran. Jangan hanya minum jus buah/sayur sehat, namun tidak olahraga. Tubuh sehat yang diharapkan malah tidak tercapai.
Sumber: Jawa-Pos.-11-Desember-2014.Hal_.14

