Surabaya – Banyak cerita lokal Surabaya yang tak kalah menarik jika dibandingkan dengan film luar negeri. Hal tersebut didasari benar oleh Wesley Wiyadi, Fandi Eko Setiawan, dan Edbert Cohnson. Tiga mahasiswa Universitas Ciputra tersebut membuat video kartun berbasis cerita lokal yang bisa dinikmati vai Youtube.
“Banyak cerita lokal yang bagus. Sayangnya kemasannya sering kali tidak menarik sehingga tidak ada yang melirik,” kata Wesley.
Hali tersebut membuat Wesley pun mengubah pengemasan cerita Indonesia menjadi lebih menarik. “Kartun saja tidak cukup, kami harus membuat alur ceritanya mudah dicerna,” ucap mahasiswa jurusan teknik informatika itu.
Untuk setiap, video durasinya tidak lebih dari lima menit. Menurut Wesley, dirinya memilih Youtube karena banyak orang yang membuka situs tersebut. “Dari hasil riset kami, 49 persen orang yang membuka internet selalu melihat Youtube juga,” ucapnya. Sekitar 20 persen yang membuka Youtube adalah anak – anak.
Berbasis hasil riset tersebut, Wesley dan dua temannya membuat cerita lokal. Sasarannya adalah anak- anak. “Kami ingin anak – anak menyukai dan menyadari bahan cerita – cerita lokal juga keren,” imbuhnya.
Sebenarnya, lankut Wesley, semua video yang dinamakan kotak tahu itu adalah embrio channel televisi. Mereka ingin kotak tahu nanti menjadi channel khusus yang kontennya seputar kearifan lokal. “Sementara ini, kami berfokus pada edukasi dulu dengan membuat video berisi cerita rakyat,”ucapnya.
Wesley tetap meminta orang tua memantau dan mendampingi ketika buah hatinya membuka situs di internet. Dengan begitu orang tua mengetahui konten apa saja yang boleh dan dilarang dibuka untuk anak. Begitu juga bila membuka kotak tahu. “Pendampingan orang tua akan mempermudah anak memahami isi cerita,” katanya.
Wesley mengaku akan ada beberapa perbaikan untuk lebih membuat kotak tahu menarik. Dia berharap kotak tahu diminati banyak kalangan. “Karena memang bagus untuk pembelajaran pelajar,” lanjutnya. (lina.c7/ai)
Sumber: Jawa Pos. 4 Februari 2015.Hal28

