Kenalkan Slow Fashion dengan Modifikasi Pakaian Lama

15 Maret 2024

“Baju bekas kami potong dan jahit lagi sehingga modelnya berbeda dengan sebelumnya. Produk yang kami bikin pun tidak hanya berupa pakaian, tapi juga beragam aksesori. Misalnya. tas dari potongan celana jins hingga obi dari sneakers.” ~Angellica San Jaya CMO Wardrobe Chances

SURABAYAPop-up market di ConventionHall Galany Mall pada akhir pekan lalu bukanlah bazar biasa. Acara bertajuk EH! Market 5.0 itu merupakan proyek tahunan mahasiswa International Business Management (IBM) Universitas Ciputra(UC). Selayaknya pop-up market pada umnnya, EH! Market 5.0 menampilkan sederet tenant yang menjual makanan, minuman, pakaian, hingga pernak-pernik lain.

Namun, bedanya, tenant di bazar itu didominasi produk karya mahasiswa IBM UC itu sendiri. “Para mahasiswa kan mentoring tentang bisnisnya tiap pekan di kampus. Yang bisnisnya oke bisa dikenalkan ke masyarakat lewat acara ini. Tidak semua bisnisnya bisa masuk sini. Jadi, ini pilihan,” jelas Auditia Setiobudi, wakil Kaprodi IBM kelas reguler, saat dijumpai di vеnue.

Salah satu tenant yang menarik perhatian adalah Wardrobe Chances. Tenant itu menjual pakaian reworked, yaitu hasil recycle dari pakaian bekas yang dimodifikasi menjadi model baru. “Кami mendukung sustainability di industri fashion. Apalagi, sekarang eranya slow fashion,” kata CMO Wardrobe Chances Angellica Sanjaya.

Tenant lain yang turut mendukung sustainability adalah POTS. Produknya adalah lilin aromaterapi dan tempat lilin yang dibuat dari daur ulang kertas. “Di UC, memang kami tidak sekadar diajarkan mencari cuan, tapi juga menambah value dari produk yang kami buat,” ujar Caitlin Wiandra selaku CTO POTS Tempat lilin itu pun tampak cantik dengan warna-wаrnа cerah dan motif yang khas.

Selain dua tenant tersebut, masih banyak lagi bisnis karya mahasiswa IBMUC. Mulai bisnis sepatu, parfum, sabun kertas, skincare, hingga makanan dan minuman. (adn/c14/tia)