Kental dengan Arsitektur Khas Tiongkok

Jawa Pos. 10 Januari 2024

SURABAYA – Rumah perkumpulan Hwie Tiauw Ka di jalan Slompretan No 58, Kecamatan Pabean Cantian, menjadi salah satu daya tarik wisatawan yang berkunjung di kawasan pecinan Surabaya. Tempat perkumpulan orang-orang Hakka itu kondang dengan arsitektur tradisional Tiongkok.

Dosen Arsitektur Interior Fakultas Industri Kreatif Universitas Ciputra Freddy H. Istanto mengatakan, jika dilihat dari bangunan-bangunan bergaya tradisional Tiongkok di kawasan pecinan Surabaya, arsitektur rumah perkumpulan Hakka adalah yang paling bagus. “Di kawasan itu ada Rumah Abu Han, Abu The, dan Abu Tjoa, kelenteng, tetapi bangunan perkumpulan Hakka yang paling terawat,” katanya kepada Jawa Pos kemarin (9/1).

Freddy menuturkan, rumah perkumpulan Hakka dibangun sesuai dengan prinsip-prinsip arsitektur tradisional Tiongkok. Contohnya, banyak bangunan yang didesain simetris seperti mirror. Wajah kanan dan kiri sama. “Seperti pintu masuk utama,” ujarnya.

Selain itu, terdapat ruang terbuka di sisi kanan-kiri. Biasanya disebut sumur langit. Fungsinya untuk penyinaran dan sirkulasi udara. Jadi, secara alami ruangan itu mendapat penyinaran dan hawa yang baik. (ayu/c18/cak)