Dapat Mencegah Knker hingga Menjaga Imunitas
3 Agustus 2024. Hal. 19
Kucai termasuk tanaman keluarga bawang berukuran terkecil. Ia pun punya rasa khas seperti bawang. Di Indonesia, kucai dikenal sebagai penambah lezatnya masakan seperti lumpia dan bubur ayam.
KUCAI dapat dikonsumsi mentah, dimasak, bahkan dijus bersama berbagai sayuran. Sayangnya, kita belum banyak memberikan apresiasi pada sayur ini.
Para peneliti rajin sekali mengamati potensi khasiat kucai untuk menjaga kesehatan tubuh manusia. Di antaranya, mencegah penyakit kanker, mengendalikan kadar gula darah, imunitas, dan lemak darah.
Seperti keluarga bawang lain, kucai kaya kandungan zat. Yaitu, sulfidaglikosida, vitamin C, vitamin A, mineral kalsium, fosfor, dan zat besi. Kandungan zat bioaktif yang terkenal adalah golongan fenol dan flavonoid. Inilah kandungan yang ditengarai menjadi penyebab utama manfaatnya bagi kesehatan. Yakni, yang berkaitan dengan fungsi sel seperti anti oksidan. Karena itu, kucai bisa bermanfaat untuk menguatkan daya tahan tubuh sebagai antibiotik dan antibakteri.
Tanaman asal bernama Latin Allium tuberosum dari suku Amaryllidaceae. Berasal dari Eropa, Asia, dan Amerika Utara. Kucai punya beberapa nama seperti Chinese chives karena pengaruh budaya Tiongkok, garlic chives karena rasanya mirip bawang putih, dan kui chaai di Thailand.
Tanaman asalnya berumbi dengan tinggi mencapai 30-50 cm. Daun pipih seperi tabung tipis, hampa, dengan panjang mencapai 50 cm dan teksturnya lembut. Bunganya berbau harum, dipakai berbagai rempah.
Memang kucai hampir tidak ada dalam masakan Indonesia asli. Namun, pemakaian sudah makin meluas, termasuk untuk sup, salad, dan ditumis. Aromanya yang seperti bawang itu makin tajam saat memasak.
Punya Efek Antibakteri
Kamus obat tradisional Tiongkok menyebutkan, kucai dipakai untuk mengatasi gangguan saluran cerna, termasuk diare, muntah darah, dan asma. Banyak hasil riset ilmiah yang mendukung khasiat pada pemakaian turun-temurun tersebut. Di antaranya, antidiabetes dan perlindungan fungsi liver. Juga ada efek penurunan kadar lemak pada marmut yang mengalami hiperlipidemia kolestrol, trigliserida, dan lemak jahat.
Untuk antibakteri, studi dilakukan terhadap ekstrak kucai yang difermentasi dengan bakteri tertentu. Hasilnya menunjukkan terjadinya peningkatan efek antibakteri terhadap kuman E. coli dibanding tanaman segar dari keluarga bawang seperti bawang putih. Peningkatan itu diyakini berkaitan dengan meningkatnya kandungan polifenol dan flavonoid, yang bekerja sebagai antioksidan dan antibakteria.
Kandidat Obat Kanker Paru
Penelitian ilmiah yang mencoba mengkaji kerja kucai sebagai antikanker memberikan hasil yang menjanjikan. Salah satunya, sebuah studi menemukan kemungkinan kerja senyawa tiosulfinat yang menghambat pembelahan sel. Yang menarik adalah studi antikanker paru dari serbuk daun yang diekstrasi dengan berbagai pelarut secara virtual melalui metode docking molekuler. Kandungan zat golongan polifenol dan flavonoid yang mempunyai aktivitas antioksidan dalam ekstrak di cek. Hasilnya menunjukkan kandungan dua jenis zat itu memang terbukti efektif sebagai antioksidan. Analisis komputasi menemukan aktivitas zat americine, yaitu golongan alkaloid, yang bisa berinteraksi melalui titik tangkap kerja dan menghambat persebaran sel kanker.
Dari hasil itu dilakukan pengamatan karakter senyawa yang memungkinkan dijadikan produk obat antikanker paru. Hasil pengamatan yang dipublikasikan (2022) menunjukkan americine sangat menjanjikan sebagai calon obat. Di antaranya, bisa diserap usus dan berisiko kecil mengganggu aktivitas sistem saraf pusat. Di duga, senyawa itu bekerja melalui kombinasi berbagai mekanisme. Hasil ini diharapkan bisa mengantisipasi efek samping dan mahalnya harga obat antikanker paru kimiawi.
Pelindung Liver
Pengalaman khasiat turun-temurun kucai sebagai antidiabetes mengundang perhatian peneliti untuk mengetahui efek terhadap kadar gula darah. Uji dilakukan dengan tikus diabetes yang diberi fraksi butil alkohol ekstrak metanol kucai selama 30 hari dengan dua macam kadar ekstrak. Lalu, hewan itu dibunuh setelah studi selesai. Kemudian, diukur kadar gula puasa, trigliserida, kolesterol total, dan penanda antioksidan. Hasil uji menunjukkan bahwa terdapat penurunan semua unsur yang diperiksa.
Untuk uji efek pelindungan fungsi liver, hewan coba mencit diberi kucai selama 7 hari dan dibandingkan dengan obat herbal yang sudah dipakai sebagai pelindungan liver. Pada hari ketujuh uji, mencit diberi bahan kimia karbon tetraklorida untuk menginduksi kerusakan liver. Hasil pengamatan terhadap berbagai mediator radang dan penanda fungsi liver menunjukkan penurunan semua unsur yang diamati. Juga teramati hasil kerja ekstrak dalam mencegah pengosongan enzim antioksidan akibat induksi karbon tetraklorida.
Publikasi hasil penelitian (2022) menyatakan bahwa efek antidiabetik dan pelindungan fungsi liver erat kaitannya dengan peningkatan aktivitas enzim antioksidan dan kemampuannya dalam menghambat mediator penyebab radang.
Peningkat Imunitas
Ada khasiat kucai yang menarik, yaitu pendongkrak imunitas. Imunitas juga menurun akibat penggunaan obat antikanker doxorubicin, yang berefek samping menekan sistem imunitas. Karena itu upaya mencari obat yang lebih aman selalu mendapatkan perhatian, terutama dari bahan herbal. Herbal yang terbanyak mendapatkan studi adalah yang mengandung antioksidan. Keberadaan antioksidan umumnya berjalan beriringan dengan aktivitas penjagaan fungsi sel. Studi terdahulu membuktikan kandungan daun kucai berupa zat polifenol dan flavonoid yang bekerja sebagai antioksidan. Untuk mempelajari, dilakukan percobaan pada tikus yang diinduksi doxorubicin. Profil darah setelah percobaan diperiksa untuk mempelajari berbagai faktor pertanda, termasuk profil darah. Yang diamati, antara lain, petanda imunitas dan radikal bebas.
Hasilnya menunjukkan peningkatan profil darah yang berkaitan dengan imunitas setelah terjadi penurunan akibat pengaruh doxorubicin. Menurunnya petanda radikal bebas membuktikan kerja ekstrak dalam menetralkan radikal bebas yang berpotensi memicu stres oksidatif. Jadi, publikasi hasil penelitian (2016) menyatakan ekstrak daun kucai dapat memperbaiki imunitas dan menurunkan stres oksidatif akibat pemberian doxorubicin. (*)

