Siapa saja dapat melakukannya. Yang penting niat dan konsisten. Gampang-gampang susah menjadi kolektor, atau pengumpul barang atau benda yang layak unyuk dikoleksi. Kalau tidak hobi sulit menjalaninya.
Setiap pribadi memiliki karakter istimewa untuk membuat dirinya sendiri merasa bahagi san nyaman. Bahkan, rela melakukanapa saja guna mendapatkan apa yang diinginkan. Hal ini terjadi pada mahasiswi Universitas Ciputra, Adelia Setiawan.
Berawal dari hadiah seorang teman beberapa miniature figure kartun, hingga sekarang cewek ini senggat menyukai miniature ini dan menjadikan koeksi kesayanggan.
“ Saya dapat hadiah pas awal kuliah saya lihat kok lucu, akhirnta searching di interner. Sejak itu saya mengkoleksi sedikit demi sedikit.” Tutur mahasiswi jurusan IMT (Informatika and Multimedia Technology) ini kepada surya.
Semula Adelia tidak paham tentang figure anime,tapi dasarnya memang menyukai anime. Jadilah, koleksinya kebanyakan tokoh-tokoh anime. Ada One Peace,cardcaptor sakura,kurokono baket,k-ON!, dan masih banyak lagi.
Saat ini, koleksinya berjumlah ratusan. Dari koleksinya itu, ada berbagai jenis seperti PVC,Nendoroid dan lain-lain. Tak hanya itu, harganya tidak main-main. Yang paling murah saja sekitar Rp. 20.000 seperti gantungan ponsel. “ yang paling mahal itu miniaturnta, sampai dua jutaan” katanya.
Adelia terkadang harus mengorbankan uang sakunyauntuk melengkapi koleksi. Tak jarang dibantu ayahnya untuk membeli. Bahkan, sang ayah membelikan lemari khusus untuk menaruh koleksinya. “ papa tahu kalau koleksiku banyak. Ini aja mau nambah lagi lemarinya,ngak muat soalnya.” Tandas cewek kelahiran februari 1994 ini.
Posisi lemari itu tidak jauh dari meja belajarnta. Tertatata rapi, tepat disebelah kanan. Jika merasa jenu ketika belajar, sesekali Adelia melirik koleksinya Dan mengeluarkannya.
Koleksi itu sekedar dilihat saja,atau dibersihkan jika terlihat kotor usai memegang,biasanya,rasa malas belajarnya lenyap dan hatinya kembali girang dan bersemanggat.
Soal koleksi ini, bagi Adelia memilki suka duka tersendiri pernah suatu ketika salah satu koleksinya ada yang patah atau rusak. Sehingga membuatnya harus menjaga dan merawat. Rasanya sedih, apalagi mengumpulkannya kembali susah. “ jadi, aku rajin-rajin aja aku bersihkan pakai kuas kecil sama pakai cuttonbud sama handuk kecil,dan hati-hati.” Tambah mahasiswa semester 6 ini. (sany eka putri
Sumber : SURYA , YoungGen rabu 18 november 2015

