Komunikasi PSL Blusukan Edan ke Litle Chinatown.
Rasakan Jadi Warga Lasem dengan Kebiasaan Sehari-hari
Jawa Pos. 3 Agustus 2023. Hal. 20
“Ada beberapa member yang sudah memimpikan ke Lasem sejak tujuh tahun lalu. Apalagi anggota PSL yang punya garis keturunan Tionghoa. Mereka sekaligus ingin menelusuri jejak leluhurnya di Lasem.”
SURABAYA– Berkunjung ke Kota Lasem di Kabupaten Rembang, Jawa Tengah, sejatinya sudah menjadi mimpi dan rencana yang digadang-gadang oleh komunitas Pernak-pernik Surabaya Lama (PSL) Surabaya sejak tiga tahun lalu sebelum pandemi. Namun, baru bisa terwujud beberapa waktu lalu, Sejumlah anggota pun berangkat bareng ke Lasem dan banyak pengalaman yang mereka dapatkan dari perjalanan tersebut.
“Sebagai penyuka bangunan-bangunan kuno, kami punya program Blusukan Edan. Ketika blusukan di Surabaya, kami lihat banyak sekali arsitektur peninggalan Tiongkok. Lalu, kami terpikir bagaimana kalau blusukan ke Lasem. Karena disana juga banyak peninggalan yang masih kental dengan nuansa Tiongkok terang Chrisyandi Tri Kartika, salah seorang penggagas komunitas PSL.
Selama dua hari satu malam destinasi dan kegiatan PSL di Lasem terbilang padat. Mereka,antara lain, mengunjungi beberapa kelenteng,bangunan bersejarah, hingga visit Rumah Batik Sekar Kencana.
“Kami ingin merasakan sendiri seperti apa kehidupan sehari-hari warga di kota yangdijulukisebagai Litle Chinatown atau Tiongkok kecil. Ternyata, Lasem adalah kota yang santai dan tenang. Beberapa anggota kami yang keturunan Tionghoa bahkan merasakan vibes seperti di rumah sendiri. “Mereka bisa berkunjung ke kelenteng untuk berdoa tanpa diganggu bising suara kendaraan,” kenangnya.
Selain itu, Chrisyandi juga kagum pada batik tulis yang hingga kini masih tetap lestari. Dibuat oleh para perajin batik dengan ragam motif yang khas. Salah satunya motif bergambar naga lengkap dengan aksara Tionghoa
“Dari kunjungan tersebut, yang paling utama memang mengenal kotanya. Mengunjungi tempat-tempat ikonik dan menjajal kulinemya. Merasakan Kota Lasem yang.homey, santai,dan tidak diburu waktu. Selain Lasem, tahun ini kami juga sudah Busukan Edan ke Malang dan Gresik,” imbuhnya.(hay/c6/tia)
CHRISYANDI TRI KARTIKA
(Salah seorang penggagas komunitas Pernak-pernik Surabaya Lama)

