Meskipun sudah berlalu puluhan tahun silam, namun warisan masa lalu di kota Surabaya nampaknya masih banyak dan terjaga. Salah satu warisan masa lalu itu adalah bangunan lawas peninggalan dulu yang kaya akan cerita sejarahnya.

Menurut Founder Surabaya Heritage Society Freddy H Istanti, Surabaya sangat lekat sebagai kota perdagangan, karena lokasinya berada di mulut sungai dan mulut pelabuhan di selat Madura. Surabaya sebagai kota perdagangan dan maritime yang kian berkembang, untuk itu di tahun 1850-an, Belanda membuat kota Surabay dengan membangun fasilitas-fasilitas seperti pelabuhan, bank, toko, pemukiman elit, perkantoran, stasiun kereta api dan pusat-pusat lainnya.

“Sehingga Surabaya menjadi kaya akan heritage yang tersebar di berbagai sudut kota, khususnya di kawasan utara yang dulu menjadi pusat pemerintahan dan perdagangan,” jelas Freddy.

Menurut Freddy, Kota Surabaya adalah kota kedua terbesar di Indonesia setelah Jakarta. Dengan perkembangan Surabaya sebagai kota perdagangan, tahun 1920 hingga 1940 Surabaya pernah mengalami kemacetan bahkan lebih macet dari Jakarta. Hal tersebut karena Surabaya sudah maju dengan industri-industri, pabrik bir dan pabrik-pabrik besar.

Lebih lanjut Freddy menjelaskan, kota heritage dalam bahasa Indonesia berarti kota pusaka. Sementara heritage di Surabay tahun 2010 sudah masuk Jaringan Kota Pusaka Indonesia (JKPI). “Surabaya sudah masuk Jaringan Kota Pusaka Indonesia, untuk itu semua stakeholder dan elemen kota harus menjaga dan memajukan cagar budaya di Surabaya. Karena Surabaya Kota Pahlawan sehingga bersejarah,” imbuhnya.