Jawa Pos.21 Oktober 2013.Hal.28

SURABAYA – Tidak mudah mengkreasi bento yang merupakan makanan tradisional Jepang dengan cita rasa khas Indonesia. Hal tersebut diakui Joan Avilla, mahasiswa Jurusan Culinary Bisnis Universitas Ciputra, ketika ditantang membuat bento dengan resep tradisional Indonesia. “Saya buat Nasi Pelangi Bento,” ucap mahasiswa semester tiga tersebut.

Bento tradisional ala Joan adalah nasi kuning, hijau, dan oranye yang dibuat seperti sushi. Sebagai topping-nya, ada tumis teri dan kacang. Dia juga membuat mi sarang burung. “Sedikit sulit, biasanya kan bento identik dengan Jepang. Kalau ini, kami harus bikin menu Jawa, tapi dibuat makanan bento,” ujarnya.

Aksi memasak traditional bento itu ternyata tidak sekadar cipta makanan. Tutor Culinary Business Universitas Ciputra Liliana Natdajaya mengatakan, sebelum membuat menu, para mahasiswa harus mendapat klien dengan cara promosi. Menu masakan harus sesuai dengan yang diinginkan klien. “Ini melatih mahasiswa untuk kreatif, mampu memasarkan, dan harus busa menaklukkan tantangan,” ujarnya di sela-sela open house jurusan di Universitas Ciputra kemarin (20/10). (ayu/c6/ai)

 

Sumber: Jawa-Pos.21-Oktober-2013.Hal_.28