Anyaman bambu biasa kita jumpai dalam bentuk keranjang atau perabotam rumah tangga. Dahulu, rumah-rumah di pedesaan sering menggunakan anyaman bambu sebagai dinding hunian.
Seiring dengan penggunaan batu bata sebagai materi utama pembuatan dinging, penggunaan anyaman bambu didalam rumah atau ruangan mulai ditinggalkan. Namun, di era modern ini, ternyata banyak masyarakat yang kembali menggunaan anyaman bambu untuk memberikan sentuhan estetis dalam hunian.
Anyaman bambu menginspirasi desainer interior Prasetio Budhi untuk menambahkan anyaman bambu dalam kamar tidur berkonsep hotel berbintang, yang belul lama ini dipamerkan dalam ajang design interior Hotel No.12 di Jakarta.
Prasetio menghadirkan anyaman bambu di sudut-sudut kamar. Anyamannya dibuat dengan gayanya sendiri mulai dari motif hingga material. Baginya, anyaman adalah cara yang ampuh untuk menyajikan nuansa tradisional. “Istilah anyaman itu sudah menjadi kultur Indonesia,” tuturnya.
Di tangan Prasetio, anyaman tidak hanya terbatas dari bilah bambu saja, tetapi juga dibuat dari beragam material. Mulai dari material plastik, logam, hingga kayu oak. Selain anyaman akan tampak lebih modern, penggunaan material selain dari bambu atau alang-alang akan lebih awet.
Prasetio munuturkan untuk memunculkan rasa nyaman dalam ruangan, penggunaan anyaman dalam ruangan, penggunaan material dengan material apapun dapat diletakkan di sudut kamar. Anyaman tersebut dapt diberikan penerangan lampu dengan pendar lampu berwarna kekuningan.
Kesa temaram dari lampu akan memunculkan kesan nyaman. Selain itu, perabotan yang dibuat seperti kursi dapat dibuat dengan menempelkan elemen anyaman, maka perabot perabot lainnya harus selaras dengan hal tersebut. Harapannya, selain nyaman, pengunjung akan menemukan pengalaman tersendiri tentang anyaman.
“Saya tidaj menggunakan anyaman rotan, karena saya ingin anyaman itu tampl berbeda dari yang lainnya,” ujarnya.
Prasetio menuturkan tema anyaman ini terinspirasi dari keseharian masyarakat Indoesia. Sejak kecil, kita sudah sering melihat produk-produk anyaman seperti keranjang dan tikar. Warna nayaman yang cenderung netral dapat dipadankan dengan warna dinding dan lantai. Warna lembut seperti putih dan krem sangat tepat untuk padu-padan ini. Dika Irawan.
Sumber: Bisnis-Indonesia-Weekend.23-ktober-2016.Hal_.14

