Kursus Gratis dalam Jaringan. Kompas. 22 Agustus 2015.Hal.11

Kursus Gratis dalam Jaringan

Pendidikan Daring Berkembang

JAKARTA, KOMPAS- Pendidikan daring berkembang di Indonesia. Dengan kolaborasi perguruan tinggi dan perusahaan, ragam kursus dan kuliah daring gratis tersedia. Subyek, lokasi, waktu, dan partner belajar masyarakat pun tidak terbatas. Harapannya, tercipta demokratisasi cara belajar.

Salah  satu yang berkembang adalah layanan massive open online course (MOOC) yang berupa kumpulan kursus dan kuliah daring yang ditawarkan sejumlah lembaga dan dapat diakses melalui sebuah laman.

Indonesia X bertepatan dengan peringatan ke-70 Kemerdekaan Republik Indonesia meluncurkan layanan tersebut. MOOC dari IndonesiaX merupakan platform pendidikan gratis secara daring (online) yang dapat diikuti oleh siapa saja melalui situs www.indonesiax.co.id.

IndonesiaX bekerja sama dengan sejumlah universitas dan perusahaan terbaik yang saat ini terdiri dari Universitas Indonesia, Institut Teknologi Bandung, PT Bursa Efek Indonesia, Rumah Perubahan, dan PT Net Mediatama Televisi. Pada hari pertama peluncuran, IndonesiaX merilis program studi “Cyber Law: Rights and Obligations” dari PT Burs Efek Indonesia, dan “Change Management” dari Rumah Perubahan.

Dalam waktu dekat, IndonesiaX juga meluncurkan MOC engineering dan Institut Teknologi Bandung,”Introduction to Broadcasting” dari PT Net Mediatama Televisi, dan MOOC menarik lainnya. MOOC di IndonesiaX akan dibawakan dosen perguruan tinggi terbaik serta manajemen puncak dari perusahaan ternama.

 Demokratisasi

            Ketua Dewan Penasihat IndonesiaX Mohammad Nuh di Jakarta (21/8), mengatakan, Indonesia harus menyiapkan diri dan konten untuk memanfaatkan teknologi informasi dan komunikasi (TIK) dan mulai terbangunnya infrastruktur TIK. Saat ini, ada dua persoalan dasar dalam pendidikan di Indonesia, yakni akses dan kualitas.

Persoalan terkait akses adalah terbatasnya ketersediaan layanan dan kemampuan masyarakat meraih layanan. Masalah kualitas mencakup keterbatasan tenaga pengajar, kurikulum, dan sarana prasaran dan tata kelola

Nuh mengatakan, kemajuan teknologi dan inovasi dalam dunia teknologi dan inovasi dalam dunia teknologi informasi telah menghadirkan fenomena ubiquitous, yaitu fenomena yang menunjukkan bahwa informasi apa saja, yang diperlukan dalam dunia pendidikan, dapat diperoleh dalam waktu instan, tanpa harus membangun sarana prasarana fisik sekolah.

“Kolaborasi akan membuat ketimpangan kualitas pendidikan bisa teratasi dengan berbagi. Pendidikan yang dikembangkan life skills dan materi akademik. Yang akademik, ke depan bisa transfer kredit,” kata Nuh.

Lucyanna Pandjaitan, CEO dan Presiden Direktur IndonesiaX, mengatakan, online course mendemokratisasi cara belajar karena siapa saja yang terhubung dengan internet dapat mengikuti MOOC tanpa harus mendaftarkan diri di universitas. “MOOC yang disediakan IndonesiaX tak terbatas pada topik akademis, tetapi juga berbagai keterampilan,” ujar Lucyanna.

Layanan dari UT

Secara terpisah, President of International Council for Open and Distance Education Tian Belawati mengatakan, pendidikan daring di Indonesia terus berkembang. “Dengan bertambahnya pihak yang menyediakan MOOC gratis, hal ini akan menguntungkan masyarakat karena punya pilihan untuk belajar online,” kata Tian yang juga Rektor Universitas Terbuka (UT).

Tian mencontohkan pengalaman UT yang menyelenggarakan MOOC yang terbuka bagi masyarakat tiap semester sejak tahun lalu. Peminatnya tinggi dan layanan dapat diakses lewat moocs.ut.ac.id. Bahkan, tahun ini, UT mengembangkan MOOC dalam Bahasa inggris.

“Pemerintah dan masyarkat sudah menyadari bahwa pendidikan online seperti MOOC ini akan menjadi wahana pendidikan masa depann. Tinggal sekarang dukungan untuk memperkuat infrastruktur TIK, “ kata Tian. (ELN)

Sumber: Kompas.-22-Agustus-2015.Hal_.11