Lagi-lagi Universitas Ciputra Sukses Cetak Pengusaha Muda Berkat Kurikulumnya
11 November 2025
Surabaya (beritajatim.com) – Universitas Ciputra (UC) Surabaya kembali menegaskan reputasinya sebagai kampus pencetak pengusaha muda.
Sebanyak 1.162 wisudawan Angkatan XVI dikukuhkan pada 30 Oktober-1 November 2025. Mereka lulus tidak hanya membawa gelar, tapi juga bukti kesuksesan bisnis riil yang mereka jalankan sebagai hasil dari kurikulum kampus.
Wisuda bertema “Shaping a Future-Focused University for Tech-Enabled Entrepreneurs” ini menunjukkan bahwa UC konsisten melahirkan lulusan yang mampu mengintegrasikan teknologi dan kecerdasan buatan (AI) dalam bisnis.
UC memang mewajibkan mahasiswa berwirausaha sejak semester awal dan mendorong mereka mengganti skripsi dengan karya monumental atau proyek bisnis riil.
Rektor UC, Prof. Wirawan E.D. Radianto menegaskan, model pendidikan ini terbukti efektif. Pihaknya ingin melahirkan generasi yang tidak hanya berpikir ke depan, tapi mampu mengintegrasikan teknologi dalam setiap langkah wirausaha mereka.
“Wisudawan ini terbukti memiliki pola pikir adaptif dan berani mengambil risiko karena terbiasa praktik bisnis riil selama kuliah,” jelas Wirawan, Sabtu (1/11/2025).
Model tugas akhir yang fleksibel di UC, seperti Skema Project Bisnis, terbukti melahirkan bisnis berdampak nasional hingga internasional.
Kisah sukses terbaru datang dari empat wisudawan International Business Management (IBM) UC yang mengubah hobi menjadi mesin bisnis olahraga lewat Garuda Futsal League (GFL).
Liga futsal profesional ini bukan sekadar turnamen, tetapi wadah scouting pemain potensial menuju Pra-PON 2026.
“Kami melihat masih kurangnya wadah futsal yang profesional. Ini bermula dari ide tugas kuliah, yang kemudian kami eksekusi riil. Kami ingin menciptakan kompetisi yang bukan cuma seru, tapi juga punya value sosial,” kata Muhammad Akhva Aulia Nusantara, leader tim GFL.
GFL, yang digelar di Surabaya dan Malang, bahkan tetap berjalan masif meski salah satu anggota tim berjuang melawan penyakit.
Kesuksesan lain datang dari Albert Esli dan Grace Milenia. Keduanya menyulap ide tugas bisnis semester dua menjadi PT Loe Gue Generasi Oeang (LOGoFiliate), sebuah Agensi Digital (TAP/MCN).
Bisnis mereka melesat cepat, bahkan meraih Second Winner Business Case Competition 2024 di Solbridge Business School, Korea Selatan.
LOGoFiliate saat ini telah menggerakkan lebih dari 1.200 kreator aktif dengan 10.000+ konten per bulan.
“Kami belajar bahwa peluang selalu ada di sekitar kita. Asal kita mau melihat, bekerja keras, dan konsisten. Ide ini berawal dari tugas kuliah, kami kembangkan, dan sekarang kami merekrut delapan karyawan,” ujar Albert Esli.
Dosen pembimbing LOGoFiliate, Dr. Timotius Febry Christian menggarisbawahi keunggulan metode ini.
“Melihat ide tugas kuliah menjadi perusahaan berkelas nasional bahkan internasional adalah bukti bahwa mimpi besar bisa lahir dari ruang kelas asalkan disertai visi, kerja keras, dan konsistensi yang diwajibkan oleh kurikulum UC,” tutupnya. [ipl/ian]

