Tahun baru Imlek waktunya makan lontong cap go meh. Nanti ketika perayaan Cap Go Meh sekitar dua minggu setelah tahun baru Imlek. Tapi kalau keburu ingin menikmatinya sebelum perayaan, ada tempat yang sudah menyediakannya lebih awal.
CAP Go Meh melambangkan hari ke-15 dan hari terakhir dari masa perayaan Imlek yang ditunggu-tunggu masyarakat Tionghoa di seluruh dunia. Istilah yang berasal dari dialek Hokkien itu secara harfiah berarti hari kelima belas dari bulan pertama. Cap berarti sepuluh, go berarti lima, dan meh berarti malam.
Dulu, Cap Go Meh dilakukan secara tertutup untuk kalangan istana dan belum dikenal masyarakat awam. Selain punya makna khusus, Cap Go Meh identik dengan hidangan khas.
“Menu khas itulah yang kami hadirkan untuk merayakan Cap Go Meh sejak 24 Januari. Tepatnya di Waroeng Pati. Pengunjung akan dilayani pelayan berpakaian cheongsam biar suasana Imlek makin kental,” kata Budi Setiawan, General Manager Deka Hotel Surabaya HR Muhammad.
Pilihan menghidangkan lontong cap go meh itu bukan tanpa alasan. Makanan itu sangat familiar di Indonesia. Merupakan adaptasi peranakan Tionghoa Indonesia dengan khasanah masakan Indonesia, tepatnya Jawa. “Di luar Cap Go Meh, menu ini sudah biasa ditemui,” terang Budi.
Hingga akhir Februari, lontong cap go meh itu akan disajikan sangat lengkap. Terdiri dari beragam isian. “Standar lontong cap go meh di beberapa tempat menyesuaikan selera dan ciri khas masing-masing. Bila lengkap dan orisinal pasti akan lebih lezat,” ujarnya.
Dijelaskan Taufik Amirudin, Chef De Partie (CDP) Deka Hotel Surabaya. HR Muhahmmad, dalam satu porsi biasanya ada lontong, ayam dimasak kare, daging rendang dengan bumbu rujak, dan telur rebus masak petis.
Tak lupa sambal goreng kentang dan hati ampela. Disertai taburan bubuk ebi, bubuk kacang kedelai atau koya kedelai, dan serundeng kelapa manis.
Masih ada docang atau terancam. “Sayurnya rebung. Ini ciri khas makanan Tionghoa. Bisa ditambah petal dan udang. Sambalnya diambil dari bumbu rujak dari daging,” jelasnya.
Sesual tradisinya, cara makan lontong cap gomeh bisa dengan mencampur semuanya. Sehingga akan menyatu. Ada cita rasa asin, manis, dan pedas bercampur. Pun cukup mengenyangkan untuk setiap kali santapan.
Menurut CDP Taufik, jika ada yang mengehndaki memasaknya di rumah, ada beberapa cara memasak lontong cap go meh yang ia pesankan. Agar menghasilkan rasa yang pas. “Pilihlah bahan yang tepat. Bumbunya harus lengkap biar cita rasanya orisinal,” katanya.
Proses mengolahnya perlu diperhatikan. Pastikan menumis semua bumbunya hingga matang merata dan ditiriskan. “Kalau langu, hasil akhirnya berbeda. Rasanya bisa berantakan kalau ada satu saja item tidak sempurna dalam penumisan,” terangnya.
Begitu pula ketika memasaknya.
Utamanya saat mencampur sejumlah olahan dengan santan. Hendaknya mengaduknya hati-hati dan konsisten. Supaya tidak pecah. Tip ini -menurut CDP Taufik-biasa diterapkan untuk semua masakan bersantan.
Selain sebagai kekhasan, kehadiran lontong cap gomeh di Deka Hotel Surabaya Hr Muhammad sekaligus untuk menghayati makna perayaannya. Ada maksud mengapa tradisi ini perlu dipertahankan. Bukan sekadar kuliner.
Misalnya potongan lontong yang memiliki makna sebagai simbol panjang umur, Kuah berwarna kuning keemasan yang merupakan racikan dari bumbu kunyit dan rempah ini sebagai simbol kemakmuran.
Sementara untuk isian lainnya yang sangat beragam mengandung makna bahwa semua adalah sumber rezeki yang diharapkan semua orang. Jadi bila menikmati lontong cap go meh maka berarti ikut melestarikan kekayaan budaya.
“Sekalian mendapat berkahnya di sepanjang tahun baru Imlek. Kalau tak bisa menikmatinya langsung di tempa kami, pengunjung bisa menjadikannya untuk hampers Imlek bagi keluarga atau kerabat,” tegas Budi. (Heti Palestina Yunani)
Sumber: Harian Disway. 27 Januari 2022. Hal. 44-45

