Oleh Hery Trianto
Di usianya yang genap 86 tahun hari ini, Kamis (24/8), aktivitas Ciputra tetap padat. Pagi hingga tengah hari kemarin, dia memenuhi undangan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya Bakar dan didaulat untuk menjadi pembicara dalam seminar terapan entrepreneurship di kementrian tersebut.
Selepas siang, sore hari , suami Dian Sumeler ini, kembali ke rumah menjenguk cicit ketiganya yang baru lahir kemarin pagi. Kehadiran cicit tersebut, melengkapi jumlah anggota keluarga pasangan Ciputra-Dian menjadi 26 orang termasuk 4 anak, 4 menantu, 9 cucu, dan 4 cucu menantu.
Ciputra begitu menikmati peran sebagai seorang mentor entrepreneurship, sekaligus sangat bersemangat memotivasi orang lain untuk menjadi entrepreneur. Rabu, pekan lalu, kolektor lukisan ini juga masih memberikan ceramah dengan tema serupa kepada para mahasiswa baru di Universitas Pembangunan Jaya, Bintaro, Tangerang Selatan.
Di masa tuanya, Ciputra juga masih aktif menulis buku. Setidaknya, empat judul buku sedang dipersiapkan saat ini, termasuk perjalanan hidupnya yang berliku, dan tentu saja berbagi ilmu kewirausahaan dari pengalaman selama 56 tahun menjadi pengusaha.
Dalam kesempatan wawancara khusus dengan Bisnis, Senin (14/8) pekan lalu – Baca: Antara entrepreneurship & Regenerasi (Hal. 27) – Ciputra membocorkan resep rahasia menjaga kesehatan dan kebugaran. Menurutnya, kunci sehat itu adalah 5D, yakni doa, dokter yang ahli, diet, disiplin dan duit.
“Dengan iman masing-masing berdoa kepada Tuhan, dokter yang ahli, diet; jangan sembarang makan, disiplin hidup; istirahat dan olahraga yang teratur, boleh tidak olahraga asal istirahat cukup, sekali olahraga jangan berhenti, dan (kelima) duit,” tuturnya.
Dalam 10 tahun terakhir, Ciputra mengaku telah mengikuti 5D tersebut, setelah divonis dokter memiliki gangguan pada ginjal. Karena penyakit itu, dia memilih diet dan hanya bsa makan protein dari daging 100 gram per hari, buah dan sayur. Olahraga rutin dilakukan dengan berenang di belakang rumahnya yang asri di bilangan Pondok Indah, Jakarta Selatan.
“Saya, 8-10 tahun yang lalu, dapat kronis di ginjal sampai sekarang. Ginjal satu kali kena, enggak pernah bisa sembuh. Saya punya teman dengan gangguan serupa, mereka cuci darah dan meninggal Saya kok selamat tidak cuci darah? Semua karena 5 prinsip tadi, doa, dan lain-lain. Semoga tidak perlu cuci darah,” tambahnya.
Ciputra adalah seorang pecinta keindahan. Itulah yang menjelaskan mengapa 130 proyek properti yang digarapnya selalu memiliki ornament yang khas, berupa patung ataupun lukisan. Bahkan, dia mendesain sebagian patung-patung itu sendiri, sebeloum menyerahkan pengerjaann kepada Moenir, salah satu pematung langganannya.
Tak heran bila di halaman rumahnya, saat ini bertebaran lebih dari 30 patung bergaya realis dari berbagai macam bahan baik logam maupun batu. Ciputra jugga kolektor 117 karya pelukis Hendra Gunawan, terdiri dari 87 lukidan dan lebih dari 25 lebih sketsa, yag diperkirakan bernilai lebih dari Rp2 triliun.
“Properti itu perlu keindahan. Saya mengumpulkan [karya] Hendra sejak 50 tahun yang lalu. Saya lihat lukisan itu hebat sekali. Kenapa? Punya power insight, punya tenaga, punya makna. Luar bias,warnanya itu powerful. Ini bagus sekali, lebih bagus dari lukisan van Gogh [Vincent van Gogh]. Saya harus kumpulkan. Saya tidak mau kumpulkan yang lain, hanya Hendra,” tuturnya.
Sumber: Bisnis Indonesia, 24 Agustus 2017, Hal 1

