Sumber:https://surabaya.tribunnews.com/surabaya-metro/1912356/maba-uc-surabaya-belajar-empati-sosial-lewat-selling-day-pilah-sampah-dan-food-surplus

Maba UC Surabaya Belajar Empati Sosial Lewat Selling Day, Pilah Sampah dan Food Surplus

29 Agustus 2025

SURYA.CO.ID, SURABAYA – Orientasi mahasiswa baru Universitas Ciputra (UC) tahun ini tak hanya berfokus pada pengenalan lingkungan kampus, tetapi juga menanamkan empati sosial dan kepedulian terhadap isu keberlanjutan.

Melalui program Selling Day, pemilahan sampah, serta gerakan food surplus, mahasiswa baru (maba) diajak untuk mendukung Sustainable Development Goals (SDGs) sejak awal masa studinya.

Head of Student Affairs UC, Novi Rosita, menjelaskan bahwa setiap tahun Orientation Week (O-Week) selalu menghadirkan inovasi baru, termasuk pengelolaan limbah konsumsi.

Selama tiga hari pertama kegiatan, total sampah yang berhasil dipilah mencapai hampir 350 kilogram.

Rinciannya, sekitar 78 kilogram sisa makanan, 160 kilogram dupleks, 111 kilogram plastik PP, serta 40 kilogram residu kertas dan lainnya.

“Kami sadar dalam kegiatan seperti ini pasti ada konsumsi yang menghasilkan sampah. Karena itu, kami berkoordinasi dengan Center of Sustainability dan dibantu tim mahasiswa untuk melakukan pemilahan,” ujar Novi di sela O-Week di Ciputra World Surabaya, Jumat (29/8/2025).

Tidak hanya itu, UC juga bekerja sama dengan Garda Pangan untuk menyalurkan food surplus berupa snack atau makanan yang masih layak kepada pihak yang membutuhkan

Ia menambahkan, komitmen keberlanjutan juga diwujudkan lewat pengurangan plastik sekali pakai.

Setiap mahasiswa baru mendapat sendok khusus yang bisa direbus dalam starter kit, sehingga bisa digunakan berulang kali.

“Ini bentuk nyata kontribusi kami pada SDGs, khususnya Responsible Consumption dan Zero Hunger,” lanjutnya.

Selain kepedulian lingkungan, O-Week UC 2025 juga menghadirkan kegiatan khas yaitu Selling Day.

Maba diminta merancang produk, memasarkan, hingga menjualnya langsung kepada pasar.

Menurut Yonathan Verdian Sunlaydi, Koordinator Food and Nutrition Departement O-Week 2025, kegiatan ini menjadi bentuk experiential learning yang menanamkan semangat kewirausahaan sejak dini.

“Selling Day ini cara kami mengajarkan mahasiswa untuk berani bermimpi, menciptakan bisnis model, hingga mengeksekusi ide mereka. Sebelum hari penjualan, mereka dibekali workshop mulai dari etika selling, strategi publikasi di media sosial, penyusunan laporan keuangan, hingga evaluasi bisnis. Jadi ini pembelajaran holistik yang membentuk karakter entrepreneur yang resilien,” terang Yonathan.