Sumber: https://surabaya.tribunnews.com/2024/01/22/mahasiswa-inha-university-korsel-belajar-budaya-indonesia-di-universitas-ciputra-surabaya

SURYA.co.id | SURABAYA – Sebanyak 21 mahasiswa dari INHA University Korea Selatan belajar mengenal budaya Indonesia lewat kegiatan membuat sablon pada media totte bag di Universitas Ciputra Surabaya, Senin (22/1/2024).

Dosen Visual Communication Design UC Surabaya, Alexandra Ruth, mengungkapkan pemilihan sablon sebagai media pengenalan budaya dengan cara mengenalkan desain secara manual.

Pengerjaan sablon dilakukan dengan teknik screen printing tersebut untuk memberikan pengalaman secara langsung.

“Kunjungan mahasiswa INHA University ini merupakan yang pertama kali, dan mereka berasal dari berbagai latar belakang jurusan seperti teknik mesin, informatika, manajemen yang belum pernah menyentuh sablon secara manual. Jadi bener-bener saya ngasih kesempatan mereka untuk belajar desain secara simpel. Mereka langsung praktek bikin sablon di totebag,” kata Alexandra seusai mementori pengerjaan sablon pada para mahasiswa.

Untuk pengenalan budaya, desain sablon yang dipilih merupakan gambar perwakilan budaya seni di Indonesia, seperti busana dan tarian daerah.

Sekaligus beberapa kata-kata sapaan dalam bahasa Indonesia  seperti, terima kasih dan sampai jumpa juga disablon di atas tote bag.

“Jadi kami ingin bisa memberikan kesan memorable ke teman-teman INHA University lewat hasil sablon,” lanjutnya.

Kaprodi Visual Communication Design UC Surabaya, Christian Anggraini PhD, menambahkan kedatangan mahasiswa INHA University ini tidak hanya untuk mempelajari budaya di UC.

Tetapi selama dua minggu mereka diajak berkeliling ke berbagai tempat bersejarah di Surabaya dan sekitarnya.

“Kami sempat mengajak ke beberapa tempat di sekitar surabaya, seperti ke Trowulan, kampung batik.  Kita kenalkan budaya Indonesia seperti batik, kekayaan budaya Indonesia berbentuk candi, sejarahnya bagaimana kita kenalin,” imbuh Christian.

Harapannya, setelah kunjungan mereka ke UC dan beberapa situs sejarah, mahasiswa asing ini bisa  mengetahui wawasan tentang indonesia dan menjadi agen dalam berbagai budaya Indonesia di negaranya.

“Agar mereka balik ke Korea bisa share pengalaman di Indonesia yang beragam tak hanya bali saja,” pungkasnya.