Sumber:https://beritajatim.com/mahasiswa-uc-ubah-limbah-industri-jadi-furnitur-inovatif-dilirik-dunia-usaha
Mahasiswa UC Ubah Limbah Industri Jadi Furnitur Inovatif, Dilirik Dunia Usaha
9 Juli 2025
Surabaya (beritajatim.com) – Adinda Nurfadillah, mahasiswa program Interior Architecture Universitas Ciputra (UC) Surabaya, berhasil mengubah limbah industri menjadi karya desain inovatif yang menarik perhatian pelaku usaha.
Melalui proyek tugas akhirnya, Adinda menciptakan satu set kursi ruang tamu berbahan limbah lantai dek polimer merek Duma, dengan sentuhan gaya “Jengki” kontemporer yang estetik, ergonomis, dan ramah lingkungan.
Berangkat dari keprihatinan terhadap meningkatnya volume limbah industri, Adinda mengolah potongan lantai dek sisa produksi yang tidak lolos sortir pabrik menjadi furnitur fungsional bernilai ekonomi.
“Karya ini tidak hanya estetik dan fungsional, tetapi juga memiliki nilai ekonomi dan keberlanjutan tinggi, sehingga menarik perhatian dunia industri,” ujarnya, Rabu (9/7/2025).
Proses desain dimulai dari identifikasi material, eksplorasi bentuk, uji ergonomi, hingga penguatan struktur. Hasilnya adalah susunan pola simetris yang menjadi kekuatan estetika sekaligus simbol dari pendekatan desain berkelanjutan.
Menurut Adinda, pendekatan ini lahir sebagai respon terhadap minimnya pengelolaan limbah padat industri yang sering kali terbuang sia-sia.
Dosen pembimbing tugas akhir, Tri Noviyanto P. Utomo menilai karya Adinda sebagai contoh nyata kontribusi desain terhadap pembangunan berkelanjutan.
“Ini sejalan dengan poin ke-12 SDGs, konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab. Karya ini bukan hanya menyelesaikan permasalahan desain, tapi juga membawa pesan lingkungan yang kuat,” ujarnya.
Ketertarikan juga datang dari industri. Pihak Duma, produsen lantai dek yang limbahnya digunakan Adinda, mengunjungi langsung pameran karya di lantai 19 Kampus UC.
“Kami senang karena limbah produksi kami bisa diubah menjadi produk bernilai. Ini bukti bahwa dengan inovasi, limbah bisa diminimalisir, dan dimanfaatkan secara optimal,” kata perwakilan Duma, Stella.
Capaian Adinda sekaligus menunjukkan keberhasilan pendekatan pendidikan UC yang menggabungkan kreativitas, jiwa wirausaha, dan tanggung jawab sosial. Diharapkan, karya ini dapat menjadi pintu masuk bagi kolaborasi lanjutan antara akademisi dan industri, termasuk peluang produksi massal furnitur berbasis daur ulang. [ipl/but]

