Surabaya (beritajatim.com) – Sebanyak 15 mahasiswa Universitas Ciputra (UC) Surabaya bersama warga Bungurasih, Sidoarjo menyulap limbah pakaian menjadi produk inovatif berupa baju untuk hewan peliharaan.
Ketua Pelaksana PPK Ormawa UC Dr Jony E. Yulianto mengatakan bahwa ini merupakan program Sandang Terpandang, yaitu program penguatan kapasistas organisasi kemahasiswaan yang didanai oleh Dikti.
Setidaknya ada 10 penjahit dari Bungurasih yang mengikuti pelatihan pemanfaatan limbah pakaian tersebut. Mereka didampingi mahasiswa Ilmu Komunikasi dan Fashion Product Design UC Surabaya. “Mahasiswa sudah 4 bulan mendampingi ibu-ibu penjahit di Desa Bungurasih dalam membuat pakaian hewan dan kemudian telah menjualnya di bazaar-bazaar di Galaxy Mall,” ujar Jony, Sabtu (21/10/2023).
Jony menerangkan, kegiatan ini untuk mengenalkan potensi Desa Bungurasih sebagai desa kreatif melalui brand Bungurasih Handmade. Sebelumnya, mahasiswa sudah melakukan survei, dan hasilnya sebagian besar warga pandai dalam hal menjahit.
“Dari situ, kelompok mahasiswa mulai menyusun program untuk membantu kelompok penjahit lokal dapat menghasilkan produk inovatif dengan nilai ekonomis tinggi berbahan limbah pakaian, sampai membuat branding desa,” terangnya.
Dirinya berharap, brand Bungurasih sebagai desa kreatif semakin kuat. “Selain itu, di masa depan ada kolaborasi lain antara mahasiswa dan warga desa untuk mengoptimalkan potensi desa dan pendapatan warga melalui program inovatif lainnya,” ujarnya.
Sementara itu, Ketua Program Sandang Terpandang Fiorella menjelaskan bahwa program tersebut dapat memberikan kesempatan besar bagi sivitas akademika UC untuk bisa berkontribusi bagi warga Bungurasih. “Saya bangga bisa membuat ibu-ibu jadi bisa menjahit dan menjual baju hewan. Semoga Bungurasih Handmade bisa berlanjut dan menjadi salah satu pendapatan bagi masyarakat,” terangnya.
Sedangkan Yansih, salah satu peserta pelatihan mengaku bahwa dirinya sangat senang dan bersyukur ada mahasiswa dengan sabar dan telaten mendampingi selama pelatihan. “Saya salut karena mahasiswa benar-benar membimbing dari awal pelatihan dan selalu mengupayakan yang terbaik bagi kami,” akunya. [ipl/kun]

