Sumber : https://surabaya.tribunnews.com/2025/07/10/mahasiswa-universita-ciputra-surabaya-ubah-limbah-lantai-dek-jadi-produk-interior-inovatif

Mahasiswa Universitas Ciputra Surabaya Ubah Limbah Lantai Dek Jadi Produk Interior Inovatif

10 Juli 2025

SURYA.CO.ID, SURABAYA– Di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap limbah industri, Adinda Nurfadillah, mahasiswa Tugas Akhir dari Program Interior ArchitectureUniversitas Ciputra (UC)berhasil mengolah limbah lantai dek menjadi produk interior inovatif. 

Data dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK) menyebutkan bahwa Indonesia memproduksi lebih dari 67 juta ton limbah setiap tahunnya.

Salah satu jenis limbah yang belum banyak dikelola secara kreatif adalah limbah non-organik, seperti sisa lantai dek polimer.

Hal ini yang membuat Adinda memanfaatkan potongan limbah lantai dek yang tidak lolos sortir pabrik sebagai bahan utama furniturnya.

Melalui proyek tugas akhirnya, Adinda merancang satu set kursi living room berbahan dasar limbah lantai dek polimer dari merek Duma.

“Setelah melalui proses eksplorasi, eksperimen, dan pengujian konstruksi serta ergonomi, saya berhasil merancang kursi bergaya Jengki kontemporer yang kokoh, nyaman, dan artistik,”ungkapnya, Kamis (10/7/2025).

Ia menyusun ulang material limbah dengan pendekatan ergonomis dan estetika modern, menciptakan pola-pola simetris sebagai kekuatan visual dari produknya.

“Adinda tidak hanya menyelesaikan tugas akhir dengan baik, tapi juga responsif terhadap isu lingkungan melalui desainnya. Ini merupakan bentuk kontribusi nyata terhadap Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya poin 12: konsumsi dan produksi yang bertanggung jawab,” ujar dosen pembimbingnya, Tri Noviyanto P. Utomo yang akrab disapa Tommy.

Ia mengungkapkan Adinda menjadi bukti pendekatan pendidikan Universitas Ciputra yang menanamkan creative thinking, entrepreneurial mindset, dan social responsibility dalam proses pembelajaran.

Tommy berharap, proyek ini menjadi awal dari kolaborasi lebih lanjut, termasuk produksi massal produk daur ulang dan pengembangan ekosistem industri yang lebih bertanggung jawab.