Makan Tenang Berkat Donor.Jawa Pos 25 Februari 2014.Hal.40

SURABAYA – Bagi sebagian orang, menu sate dan gule kambing, keroan, serta aneka menu makanan padang yang bersantan bisa dikategorikan menu “berbahaya”. Apalagi jika usia terus merambat. Tak ayal, selezat apa pun cita rasa yang ditawarkan, beberapa memilih untuk mengurangi atau bahkan menghindari menu itu.

Namun, tidak demikian Ang Herman Anggrek. Ketua Fokuswanda (Forum Komunikasi Dermawan Darah) 75-100 Indonesia Emas Jatim itu mengaku hingga saat ini sulit membatasi rasa cintanya kepada makanan lezat tersebut.

“Sejak remaja, kebetulan saya memang doyan makan,” katanya saat ditemui di warung sate dan gule kambing langganannya di daerah Kayoon kemarin (24/2).

Sekali melahap, pria 46 tahun itu bisa menghabiskan seporsi gule plus 15 tusuk sate. Untungnya, hingga saat inii, ayah satu putra itu menyatakan tidak pernah menderita penyakit apapun. “Hasil general check-up, puji Tuhan juga bagus,” kata Herman.

Dewan Kehormatan PMI Jatim tersebut menduga kebiasaanya mendonorkan darahlah yang menjadi benteng penyelamat. Sebab, selain membantu nyawa orang yang membutuhan, donor darah bermanfaat bagi kesehatan tubuh pendonor.(nji/c5/dos)

Sumber: Jawa Pos 25 Februari. Hal 40