Makna Mendalam di Balik Kenyalnya Kue Keranjang. Tabloid Kontan 1-7 Februari 2016.Hal.40

Nian Gao atau biasa di kenal dengan nama kue keranjang merupakan salah satu kue wajib ketika merayakan tahun baru Cina atau biasa di kenal dengan Imlek.

Rasanya yang manis dan egit  memberikan warna tersendiri yang telah menjadi bagian dan budaya yang di turunkan dari generasi ke generasi. Berbekal makna yang mendalam. Kue keranjangpun menjadi bagian yang tak terpisahkan dalam meryakan Imlek.

Walaupun tampak sederhana, kue keranjang memiliki makna yang mendalam, cari nama, pemilihan bahan proses, pembuatan hingga bentuk dan teksturnya memiliki makna masing-masing. Dari segi nama yang berasal dari Tiongkok. Nian Gao dapat di artikan sebagai “ Kue Tahun”. Gao sendiri jika di lafalkan bunyinya menyerupai kata tinggi. Oleh karena itu, pada zaman dulu kue keranjang suka di susun bertingkst yang bermakna peningkatan rezeki dan kemakmuran yang terus-menerus terjadi. Semakin tinggi susunannya, di harapkan rezeki yang datang akan semakin banyak pula. Pada bagian terataspun di letakkan kue mangkok berwarna merah sebagai simbol kehidupan manis yang selalu mekar.

Bahan ini di pilih karena memiliki sifat lengket yang melambangkan persaudaraan dan kekeluargaan yang erat. Rasa manis yang terkandung melambangkan kehidupan yang penuh kebahagiaan, menikmati berkat, berpikiran positif dan memberikan yang terbaik

Pengolahan bahan-bahan tersebut membutuhkan proses yang tidak sebentar. Tak hanya dalam hitungan jam, tetapi dalam hitungan hari. Hal ini melambangkan kerja keras yang di tempuh oleh seseorang untuk meraih cita-cita da mendapatkan hasil yang maksimal. Konon,  pada zaman dulu, jika sang pembuatan kue keranjang tidak bersungguh-sungguh dan memiliki pikiran serta timglah laku yang buruk maka kue keranjang yang di hasilkan menjadi lembek. Warnanya pun pucat sehingga kue yang di hasilkan tidak seperti yang di harapkan.

Dalam pengelolaan kue ini di bentuk bulat yang melambangkan kebersamaan keluarga yang tak berujung. Di harapkan keluarga dapat hidup rukun dan saling tolong-menolong.

Hal ini pun memliki arus tersendiri, yaitu kegigihan dan keuletan seseorang dalam melakukan sesuatu. Umur kue inipun terbilang panjang karena tak akan rusak walau tak di makan selama berbulan-bulan. Hal ini melambangkan sebuah doa untuk kesejahteraan dan keberuntungan akan selalu terjadi dalam waktyu yang lama. Untuk cara menyantap kue keranjang ada beberapa cara yang sering di lakukan. Di goreng dengan tepung dan di kukus merupakan dua cara yang paling lazim di lakukan. Walaupun tak jarang yang langsung memakannya begitu saja. Apapun caranya jangan lupa memakannya sebelum memakan nasi, hal ini merupakan sebuah kepercayaan untuk mendapatkan keberuntungan dalam pekerjaan. Jadi siap menyantap kue keranjang untuk hasil yang lebih baik?

Sumber: Tabloid  Kontan, 1 Februari- 7 Februari 2016, No. 19 – XX, 2016